Menurut Gubernur, transparansi adalah hal yang mutlak. Lebih baik mengaku pekerjaan belum selesai, katanya, ketimbang memakai cara-cara curang seperti itu. “Ini tidak boleh terulang kembali,” ujarnya dengan tegas.
Di sisi lain, Pramono mengingatkan seluruh jajaran Pemprov DKI untuk lebih berhati-hati. Urusan pelayanan langsung ke warga, menurutnya, jauh lebih penting dibanding sekadar urusan administratif di belakang meja. Dia menekankan, fokus harusnya pada penyelesaian masalah, bukan pencitraan.
“Lebih baik misalnyalah belum selesai ya belum selesai saja daripada kemudian dilakukan dengan AI yang notabene membohongi,” tambahnya.
Pesan terakhirnya jelas: sanksi menanti. “Siapa pun yang terbukti melakukan kesalahan akan diberi sanksi,” ucap Pramono menutup pernyataannya. Sekarang, semua mata tertuju pada hasil pemeriksaan Inspektorat.
Artikel Terkait
Pekanbaru Wajibkan ASN Pilah dan Olah Sampah Rumah Tangga
Perempat Final Liga Champions 2026: Duel Raksasa Madrid-Bayern dan Derbi Catalan Jadi Sorotan
Menteri Keuangan Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik Sampai Akhir 2026
AS Selamatkan Awak F-15 yang Jatuh di Iran Lewat Operasi Rahasia Berisiko Tinggi