Permukiman dan Fasilitas Militer Tak Luput
Serangan itu jelas meninggalkan bekas yang dalam. Banyak bekas benturan terlihat di dinding rumah-rumah warga dan bangunan di sekitar kompleks militer.
Joy Frankel, seorang pekerja sosial di lokasi, menggambarkan keadaannya. "Semua ini akibat pecahan peluru," katanya, menyaksikan langsung kerusakan yang terjadi.
Menurut sejumlah saksi, puing-puing rudal juga berhamburan di Yerusalem timur dan area dekat pangkalan militer Kirya di Tel Aviv. Untungnya, tak ada korban jiwa tambahan dari insiden ini.
Dampak Meluas ke Bahrain dan Kuwait
Konflik ini ternyata tak hanya menyebar di wilayah langsung yang bertikai. Ancaman Teheran merambah ke negara-negara Teluk lainnya, menyasar fasilitas energi dan infrastruktur vital.
Di Bahrain, sebuah serangan drone memicu kebakaran hebat di tangki penyimpanan milik perusahaan energi Bapco.
"Bapco Energies mengonfirmasi insiden yang terjadi di salah satu fasilitas penyimpanannya hari ini yang mengakibatkan kebakaran tangki, sebagai akibat dari serangan drone Iran yang bermusuhan," bunyi pernyataan perusahaan itu. Mereka memastikan api telah dipadamkan dan situasi terkendali. Tidak ada korban luka.
Sementara itu, Kuwait juga merasakan dampaknya. Kementerian Listrik dan Air setempat melaporkan dua pembangkit listrik dan unit desalinasi air mereka rusak akibat serangan drone Iran. Kerusakan materialnya signifikan, memaksa penutupan dua unit pembangkit. Ini masalah serius bagi negara gurun yang sangat bergantung pada fasilitas desalinasi untuk pasokan air bersih.
Di Uni Emirat Arab, upaya pemadaman masih dilakukan di sebuah pabrik petrokimia Borouge di Kota Industri Ruwais. Kebakaran itu dipicu oleh puing-puing yang jatuh setelah sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegah serangan. Pihak berwenang Abu Dhabi menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Serangan Iran ke infrastruktur sipil di negara-negara Teluk ini bukan tanpa alasan. Ini dilihat sebagai balasan atas hantaman AS-Israel yang sebelumnya telah menghantam target-target ekonomi penting Iran. Siklus serangan balasan ini, sayangnya, sepertinya masih akan terus berlanjut.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Lebih Panjang
Gubernur DKI Geram, Laporan Warga Dibalas Foto AI
Puluhan Siswa Jakarta Timur Keracunan Diduga dari Spageti Program Makan Bergizi Gratis
Dua Juru Parkir Aniaya Marbot 90 Tahun Usai Ditegur di Bandar Lampung