JAKARTA – Gelombang mudik Lebaran 2026 sudah mulai terasa. PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan, hingga Rabu (18/3) kemarin, tiket yang ludes terjual sudah mencapai angka 3,48 juta lebih. Padahal, total tempat duduk yang disediakan untuk periode 11 Maret sampai 1 April adalah sekitar 4,5 juta. Jadi, masih ada kesempatan buat yang belum dapat tiket.
Masih tersedia sekitar 1,01 juta kursi kosong yang bisa diburu calon penumpang. Rinciannya, untuk kereta jarak jauh, penjualan tiket sudah menyentuh 3,14 juta dari total 3,57 juta kursi yang ada.
“Artinya, masih tersedia sekitar 430.478 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik,”
Demikian disampaikan Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan tertulisnya Rabu lalu.
Kalau lihat dari data harian, arus mudik via kereta ternyata sudah mengalir deras sejak pertengahan Maret. Dalam tujuh hari pertama (11-17 Maret), kereta jarak jauh sudah mengangkut lebih dari 1,1 juta penumpang di lintas Jawa dan Sumatra. Angkanya naik terus tiap hari.
Untuk layanan kereta lokal, penjualannya baru sekitar 36,9 persen. Dari total 926.936 kursi, yang terjual baru 342.187. Masih longgar, dengan sisa hampir 585 ribu kursi.
Menurut Anne, tren ini menunjukkan masyarakat mulai bergerak lebih awal dan menjadikan kereta sebagai pilihan utama.
“Tren perjalanan mudik dengan kereta api terus menguat sejak pertengahan Maret. Hal ini terlihat dari penjualan tiket yang meningkat secara bertahap, khususnya pada layanan kereta api jarak jauh yang menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan antarkota,”
ujar Anne.
Nah, untuk hari Rabu (18/3) sendiri, pergerakan tetap tinggi. Hingga pagi, sudah ada sekitar 188.678 penumpang jarak jauh yang dijadwalkan berangkat. Yang menarik, okupansi sementaranya malah mencapai 115,4 persen. Kok bisa lebih dari 100%?
Anne menjelaskan skemanya.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,”
tuturnya.
Beberapa kereta yang paling diminati selama periode ini antara lain KA Airlangga, Joglosemarkerto, Sri Tanjung, Bengawan, Kahuripan, dan Rajabasa. Permintaannya tinggi banget.
Kalau dirinci per hari, begini perkembangan okupansi kereta jarak jauh dalam sepekan pertama:
- 11 Maret: 101.617 penumpang (63,7% dari kapasitas)
- 12 Maret: 126.208 penumpang (79,2%)
- 13 Maret: 165.675 penumpang (101,4%) – nah, di sini sudah tembus 100%
- 14 Maret: 185.873 penumpang (113,7%)
- 15 Maret: 180.836 penumpang (110,6%)
- 16 Maret: 173.753 penumpang (106,3%)
- 17 Maret: 191.398 penumpang (117,1%) – puncaknya di hari ini.
Jadi, buat yang belum berangkat, masih ada waktu dan kursi kosong. Tapi cepatlah, karena trennya naik terus dan hari-hari puncak sudah di depan mata.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi