Trump Beri Batas Waktu ke Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Serangan Jika Diabaikan

- Senin, 06 April 2026 | 07:15 WIB
Trump Beri Batas Waktu ke Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Serangan Jika Diabaikan

Situasinya sekarang mencekam. Pasar dan pembuat kebijakan seolah dihadapkan pada dua pilihan: de-eskalasi cepat lewat meja perundingan, atau perang yang makin meluas terutama di sekitar infrastruktur energi yang rentan.

Korban Berjatuhan Pasca Serangan Besar-besaran

Sementara tekanan diplomatik berlangsung, serangan udara masih terus terjadi. Sebuah kampanye besar-besaran selama 24 jam yang dilancarkan pasukan AS dan Israel menghantam 272 target di 14 provinsi Iran pada Sabtu lalu. Data itu berasal dari Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia.

Akibatnya, setidaknya sembilan warga sipil tewas. Total korban mencapai 184 orang. Serangan paling banyak terkonsentrasi di Teheran, Khuzestan, dan Isfahan.

Operasi terbaru ini sengaja menargetkan infrastruktur dwifungsi. Mulai dari kompleks petrokimia, garnisun militer, sampai pangkalan udara. Pengeboman di Khuzestan, provinsi kaya energi, patut dicatat. Penghancuran fasilitas minyak di sana berpotensi memperketat pasokan global dan mendongkrak harga.

Krisis energi di kawasan ini makin panas pada Minggu pagi. Serangan drone Iran membakar markas besar Kuwait Petroleum Corp. di Kota Kuwait. Gedung yang juga jadi kantor Kementerian Perminyakan Kuwait itu langsung dievakuasi. Tim darurat berjibaku memadamkan api.

Drone-drone itu juga menyerang dua pembangkit listrik dan pabrik desalinasi di Kuwait. Kebakaran terjadi dan kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Untungnya, tidak ada korban luka yang dilaporkan dari serangan-serangan terhadap fasilitas energi tersebut.

(Febrina Ratna Iskana)

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar