Lantas, dari mana dana untuk semua aksi kemanusiaan ini berasal?
Koordinator Peradi Peduli, Rivai Kusumanegara, membeberkan bahwa mereka berhasil mengumpulkan dana hingga Rp6,7 miliar. Sumbernya beragam, mulai dari kas organisasi, iuran pengurus dan anggota, hingga sumbangan dari mitra eksternal. Dana segitu dialokasikan khusus untuk pemulihan pasca banjir di tiga wilayah: Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara.
Rupanya, kegiatan seperti ini sudah jadi rutinitas bagi Peradi. Mereka konsisten turun tangan saat bencana melanda, mulai dari tsunami Palu, gempa Cianjur, banjir Jabodetabek, hingga gempa Solok beberapa tahun lalu. Konsistensi inilah yang dapat apresiasi dari Gubernur Mahyeldi.
Ia berharap langkah nyata yang diambil oleh organisasi profesi seperti Peradi bisa menginspirasi pihak swasta dan organisasi lainnya untuk turut serta. Bencana, bagaimanapun, adalah urusan kita bersama.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Tantangan Waktu Persiapan Singkat di ASEAN Futsal Championship
Anggota DPR Dukung Usulan SBY Evaluasi Penugasan Pasukan Indonesia di Lebanon
Ganjil-Genap Kembali Berlaku, Kendaraan Berpelat Ganjil Dilarang Melintas Pagi Ini
Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI