Di sisi lain, Sheldon Yett dari UNICEF menyoroti dampak khusus pada anak-anak. Baginya, menyerang rumah sakit adalah pelanggaran serius terhadap hak-hak anak. Hal itu secara paksa merenggut perlindungan dan layanan penting yang justru sangat dibutuhkan di saat-saat paling rentan dalam hidup mereka.
Intinya, kedua badan PBB ini sepakat. Menyerang fasilitas kesehatan, staf medis, dan pasien bukan hanya melanggar hukum humaniter internasional, tapi juga memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah ada di titik nadir. Sudan benar-benar terpuruk.
Mereka pun mendesak semua pihak yang bertikai. Seruannya jelas: hormati dan lindungi layanan kesehatan, jamin keselamatan warga sipil serta pekerja kemanusiaan, dan bukalah akses berkelanjutan untuk layanan esensial. Tanpa itu, penderitaan akan terus berlipat ganda.
Konflik antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) ini memang sudah menghancurkan. Pecah sejak pertengahan April 2023, pertempuran tak berujung ini, menurut catatan berbagai organisasi internasional, telah menewaskan puluhan ribu orang. Jutaan lainnya terpaksa mengungsi, kehilangan segala yang mereka miliki.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Oscar Pensiun Dini Usai Didiagnosis Gangguan Jantung
Anggota DPR Kritik Penyelesaian Mediasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Unissula
Kejagung Tarik Kajari Karo dan Tim Jaksa Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu