Di sisi lain, bencana pergerakan tanah terjadi di Banjar Pangkung Jangu, Desa Pohsanten. Material longsor menutup jalan desa, memaksa warga dan petugas turun tangan membersihkannya secara manual. Butuh tenaga ekstra untuk membuka akses yang tertimbun tanah dan bebatuan itu. BPBD sendiri berencana mengerahkan alat berat ke lokasi untuk mempercepat proses.
Sore hari, air mulai surut. Tapi pekerjaan belum usai. Petugas BPBD bersama Satpol PP langsung turun ke lokasi untuk bersih-bersih. Kawasan Pasar Tegalcangkring, yang sempat lumpuh tertutup lumpur, jadi salah satu fokus pembersihan.
"Kami masih terus melakukan pendataan detail mengenai jumlah kepala keluarga yang terdampak. Bantuan kebutuhan mendesak akan segera kami distribusikan kepada warga yang rumahnya terendam atau aksesnya terputus,"
tambah Agus Artana soal penanganan logistik.
Melihat situasi ini, masyarakat diimbau untuk tetap siaga. Terutama bagi yang rumahnya dekat dengan aliran sungai atau tebing. Sebab, potensi hujan susulan masih mengintai dalam beberapa hari ke depan. Cuaca memang belum bisa ditebak.
Artikel Terkait
Ahmad Muzani Ingatkan Muhammadiyah Waspadai Godaan Pragmatisme
WHO dan UNICEF Laporkan 214 Serangan Terhadap Fasilitas Medis Tewaskan Lebih dari 2.000 Orang di Sudan
Dispora DKI Tegaskan Lapangan Maroedja Sport Park Gratis, Tak Ada Pungutan Liar
Ketua MPR Sampaikan Salam Presiden Prabowo untuk Tokoh dan Ulama di Yogyakarta