Sejauh ini, sudah tiga billboard yang berhasil diturunkan. Satu dikerjakan Sabtu kemarin, dan dua lagi pada hari Minggu. "Ada yang kemarin (diturunkan), ada yang hari ini. Kemarin satu, hari ini dua," sebut Satriadi.
Dia menegaskan, jika nanti ada laporan atau temuan billboard serupa di lokasi lain, tindakan yang sama akan dilakukan. "Saat ini baru ada tiga ya yang kita turunkan. Kalau memang ada informasi lagi kita akan lakukan penurunan," katanya.
Di sisi lain, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, memberikan penjelasan lebih luas. Langkah penurunan ini bukan sekadar tindakan teknis, melainkan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kenyamanan publik.
"Total ada tiga lokasi yang sudah kami tertibkan, yaitu dua lokasi berbentuk banner dan satu lokasi videotron. Pemprov DKI Jakarta akan terus memantau situasi di lapangan dan memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Kami juga terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan penanganan di titik-titik lainnya," papar Yustinus.
Dia menambahkan poin penting. Ruang publik, menurutnya, harus jadi tempat yang aman dan nyaman buat semua orang, termasuk anak-anak. Makanya, setiap materi yang dipasang di area umum wajib mempertimbangkan aspek kepatutan. Jangan sampai berdampak buruk secara psikologis bagi masyarakat yang melihatnya.
Artikel Terkait
Serangan Udara Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Orang, Luka 30
Arbeloa Anggap Beban Kekalahan Madrid ke Mallorca Sebagai Tanggung Jawab Pribadi
Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global dalam Silaturahmi Halalbihalal
Jurnalis TVRI Luncurkan Antologi Puisi Kolaborasi 181 Penulis ASEAN