Suasana hajatan di Desa Kertamukti, Purwakarta, berubah jadi petaka. Seorang pemilik hajatan, Dadang, tewas usai dikeroyok sekelompok pemuda. Awalnya, mereka cuma minta uang. Tapi penolakan untuk memberi lebih, berakhir dengan kekerasan mematikan.
Menurut adik korban, Wahyudin, kelompok itu datang ke resepsi. Mereka meminta uang istilahnya, memalak. Keluarga pun mengalah, memberikan Rp 100 ribu agar acara bisa terus berjalan lancar.
kata Wahyudin saat berbicara di Mapolres Purwakarta, Sabtu malam kemarin.
Namun begitu, rasa tenang tak berlangsung lama. Kurang dari satu jam kemudian, rombongan yang sama muncul lagi. Kali ini, permintaannya melonjak: Rp 500 ribu. Dadang, sang tuan rumah, menolak. Dia merasa cukup sudah memberi.
Penolakan itu seperti menyulut bensin. Suasana langsung memanas. Dadang keluar dari tenda resepsi, mungkin untuk menghindari keributan di dalam. Tapi di luar, justru malah lebih buruk. Sekelompok orang langsung menyerbu.
Artikel Terkait
Jembatan Beton Akhiri Penantian 15 Tahun Warga Sambeng Boyolali
Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Ditangkap Setelah 7 Tahun Buron
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel
Yayasan dan BGN Labuhanbatu Gelar Fun Match untuk Pererat Sinergi Dapur MBG