Pemalakan Berujung Tewas, Warga Purwakarta Dikeroyok hingga Tewas di Hajatan

- Minggu, 05 April 2026 | 11:40 WIB
Pemalakan Berujung Tewas, Warga Purwakarta Dikeroyok hingga Tewas di Hajatan

Suasana hajatan di Desa Kertamukti, Purwakarta, berubah jadi mencekam. Dadang, seorang pria, tewas usai dikeroyok sejumlah orang. Insiden memilukan ini berawal dari pemalakan yang berujung kekerasan.

Adik korban, Wahyudin, menceritakan kronologinya dengan suara bergetar. Awalnya, para pelaku mendatanginya untuk meminta uang.

"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu," ujarnya.

Tapi pemberian itu rupanya tak cukup. Mereka balik lagi dan menuntut lima kali lipatnya, yakni Rp 500 ribu. Dadang menolak. Penolakan itulah yang memicu amuk. Dadang diserang hingga tak sadarkan diri. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.

"Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang," ungkap Wahyudin, menggambarkan situasi kacau itu.

Di sisi lain, polisi sudah bergerak cepat. Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, menyebut Satreskrim telah memeriksa saksi dan mengolah TKP. Menurutnya, keributan bermula di lokasi hajatan tersebut.

"Diduga pelaku lebih dari dua orang. Saat ini masih dalam pengembangan. Kami berharap dalam waktu dekat para pelaku bisa diamankan," kata Enjang.

Dari pengolahan TKP, polisi menemukan barang bukti kunci: belahan bambu. Benda itulah yang diduga dipakai untuk menghajar korban. Penyebab kematian pastinya masih ditunggu dari hasil autopsi.

"Korban dipukul menggunakan belahan bambu di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Untuk penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil autopsi," tambahnya.

Kini, penyelidikan terus berlanjut untuk menangkap para pelaku yang masih buron. Keluarga pun berduka, meninggalkan duka yang dalam di balik perayaan yang seharusnya penang sukacita.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar