Begitu suara pengarah itu terdengar. Tak lama kemudian, dengan penuh khidmat, mereka salat berjamaah. Usai salat, doa bersama dipanjatkan. Harapannya satu: agar para pahlawan yang gugur itu ditempatkan di sisi-Nya yang terbaik.
Di tengah lautan manusia, nuansa lain juga terlihat. Beberapa peserta mengenakan aksesori khas Palestina, bendera-bendera kecil juga berkibar. Rupanya, selain berduka, aksi ini juga jadi momentum untuk menyuarakan solidaritas pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Suara dukungan itu bergemuruh, menyatu dengan rasa duka cita.
Aksi yang digelar Minggu, 5 April 2026 ini, benar-benar menunjukkan bagaimana rasa kehilangan itu bisa menyatukan ribuan orang dalam doa. Dalam diam dan khusyuknya salat ghaib, terasa betul getaran emosi yang mendalam.
Artikel Terkait
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel
Yayasan dan BGN Labuhanbatu Gelar Fun Match untuk Pererat Sinergi Dapur MBG
Persib Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Semen Padang 2-0
Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Agam, Pikat Wisatawan Mancanegara