Suasana pesta pernikahan di Kampung Cikumpay, Purwakarta, Sabtu lalu, berubah total dalam sekejap. Dari riuh rendah sukacita, tiba-tiba berganti dengan jerit tangis dan kepanikan. Sang tuan rumah, Dadang (58), tewas mengenaskan setelah dikeroyok sekelompok pemuda. Pemicunya? Sesuatu yang terbilang sepele: miras yang tak kunjung diberikan.
Menurut sejumlah saksi, keributan mulai memanas ketika beberapa pemuda yang dikenal sebagai preman kampung mendatangi hajatan. Mereka datang bukan cuma untuk memberi selamat, tapi meminta minuman keras. Dadang, yang ingin menjaga kesopanan dan kekhusyukan acara pernikahan anaknya, menolak permintaan itu. Penolakan itu seperti menyulut bensin.
Para pelaku langsung naik pitam. Dengan brutal, mereka menghujani pukulan ke tubuh Dadang. Situasi yang semula terkendali langsung kacau balau. Tamu undangan yang menyaksikan hanya bisa berteriak, sementara keluarga korban histeris.
Dalam video yang beredar, terlihat istri Dadang pingsan dan harus dibopong keluar. Sementara Dadang sendiri tergeletak tak sadarkan diri di tengah keramaian yang tiba-tiba senyap, hanya diselingi isak tangis. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi semuanya sudah terlambat.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump Soal Evakuasi Pilot AS yang Ditembak Jatuh
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung
Aturan IGRS Kominfo Picu Kekhawatiran Blokir Game dan Hambat Industri
Truk Gandeng Tabrak Pikap di Demak, Satu Orang Tewas Tertabrak