Namun begitu, di balik ungkapan duka, ada amarah yang jelas terasa. Prabowo tak segan mengecam keras serangan yang menewaskan anak buahnya itu. Menurutnya, menyerang pasukan penjaga perdamaian adalah tindakan yang sama sekali tak berperikemanusiaan. Lebih dari itu, serangan semacam itu dinilainya merongrong upaya menjaga stabilitas global yang sudah rapuh.
Komitmen negara terhadap jasa para prajurit pun ditegaskan kembali. "Negara akan selalu hadir," lanjut Prabowo dalam pernyataannya. Negara berjanji untuk menghormati jasa, menjaga kehormatan, dan memastikan pengorbanan mereka tetap dikenang.
"Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa."
Di sisi lain, ada ajakan yang lebih luas. Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil alih semangat para prajurit yang gugur. Semangat itu, katanya, harus diteruskan dalam bentuk menjaga persatuan di dalam negeri. Pesannya jelas: jangan ada ruang bagi pihak-pihak yang ingin mengobarkan perpecahan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan betapa berisiknya tugas pasukan perdamaian di medan yang tak pernah benar-benar damai. Dan bagi Indonesia, hari ini, rasanya kehilangan itu begitu nyata.
Artikel Terkait
BEI Rilis Daftar Saham dengan Kepemilikan Sangat Terkonsentrasi
Ahli ITERA Pastikan Cahaya Misterius di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa
Bernardo Tavares Apresiasi Peningkatan Performa Persebaya Meski Masih Soroti Finishing
Real Madrid Tersungkur di Kandang, Barcelona Kokoh di Puncak Klasemen LaLiga