Di tengah kesunyian yang terasa berat, suara Pastor Patton mengalun membawakan renungan. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati, sebuah nilai yang kerap terlupakan di tengah gemerlap dunia. Tak hanya itu, ia juga menyentil bahaya penyalahgunaan wewenang dan sikap otoriter yang merajalela.
Kritiknya tajam. Ia menyoroti ketidakpedulian serta segala bentuk perilaku yang merendahkan harkat dan martabat manusia.
Prosesi pun berakhir. Paus Leo XIV kemudian memimpin doa penutup, mengajak semua yang hadir baik secara fisik maupun dalam hati untuk hidup dalam kasih dan memperkuat persekutuan iman. Malam di Roma itu berakhir, tetapi pesannya terus bergulir, jauh melampaui batas-batas kota abadi tersebut.
Artikel Terkait
Granat Aktif Ditemukan Warga Saat Kerja Bakti di TPU Palopo
Menteri Yandri Ancam Sanksi Tegas Mitra Dapur MBG yang Langgar Aturan
Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Anak 8 Tahun Tewas Terseret Banjir di Demak
Raviandi Ramadhan Kejar Tiket Asian Games untuk Susul Kembarannya