Ledakan kembali mengguncang wilayah operasi pasukan PBB di Lebanon selatan. Kali ini, tiga personel Indonesia yang bertugas di bawah bendera UNIFIL menjadi korban. Insiden itu terjadi Jumat sore, 3 April, di fasilitas PBB dekat El Adeisse.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan UNIC, juru bicara UNIFIL Kandice Ardiel mengonfirmasi kabar tersebut. "Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius," ujarnya.
Ketiga prajurit Indonesia itu langsung dilarikan ke rumah sakit. Kondisi mereka masih diawasi ketat untuk mendapatkan perawatan terbaik.
Sayangnya, asal-usul ledakan itu masih gelap. "Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," kata Ardiel, mengakui betapa pekan ini benar-benar masa sulit bagi pasukan penjaga perdamaian di lapangan.
Di sisi lain, harapan untuk kesembuhan para korban tetap dinyalakan. Ardiel juga menyampaikan harapan agar seluruh korban bisa pulih dengan cepat.
Artikel Terkait
Trump Berganti Sikap: Dari Minta Bantuan NATO hingga Ancaman Serbu Iran
Bentrokan Antarwarga di Halmahera Tengah Tewaskan Dua Orang
Target Pertumbuhan 5,4% Terancam Gejolak Harga Minyak dan Defisit APBN
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi Hari Ini untuk Perpanjangan SIM