Pakar IPB Peringatkan Ancaman Godzilla El Nino Mirip Tragedi Karhutla 1998

- Jumat, 03 April 2026 | 18:25 WIB
Pakar IPB Peringatkan Ancaman Godzilla El Nino Mirip Tragedi Karhutla 1998

Ancaman "Godzilla El Nino" kembali menggantung di udara. Fenomena yang juga disebut Super El Nino ini diprediksi bakal memicu kekeringan panjang, yang ujung-ujungnya bisa memperparah potensi kebakaran hutan dan lahan. Situasinya cukup mengkhawatirkan, sehingga pakar dari IPB, Bambang Hero Saharjo, mengingatkan semua pihak untuk bersiap dari sekarang. Jangan sampai nanti kabut asap sudah mengepul baru kita kalang kabut.

Secara sederhana, Super El Nino itu terjadi ketika suhu permukaan laut di Pasifik tropis memanas ekstrem, minimal 2,7°C di atas normal. Dampaknya? Sirkulasi udara global bisa kacau dan memicu cuaca yang ekstrem di berbagai belahan dunia.

Bambang tidak main-main dengan peringatannya. Saat meninjau langsung titik kebakaran di Bengkalis, Riau bersama Kapolda setempat, Jumat lalu, ia mengingatkan betapa miripnya kondisi sekarang dengan tragedi dua dekade silam.

Katanya lagi. Di lokasi, ia menyoroti kondisi parit yang airnya sudah di atas 40 centimeter. Padahal, menurutnya, batas amannya harus di bawah angka itu. Ini jadi tanda bahwa kondisi lahan sudah sangat rentan.

Menurut Bambang, ancaman tahun ini butuh mitigasi yang jauh lebih komprehensif. Tanpa itu, karhutla bisa jadi lebih dahsyat.

Ia menambahkan. Sebuah studi di Nature Communications tahun 2025 juga menggarisbawahi hal serupa: peringatan dini dan langkah proaktif adalah kunci mutlak. Bambang menegaskan, pengawasan harus dipusatkan di wilayah rawan tradisional seperti Sumatera dan Kalimantan, tapi dengan kewaspadaan yang ditingkatkan berlipat. Wilayah lain seperti Nusa Tenggara dan provinsi yang masuk musim kemarau juga tak boleh luput dari pantauan.

Di sisi lain, Bambang melihat secercah harapan dari inisiatif yang digagas Polda Riau. Program Green Policing yang dijalankan Kapolda Irjen Herry Heryawan, berupa aksi penanaman pohon masif, dinilainya sebagai langkah strategis.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar