“Puji Tuhan, saya puas dengan hasilnya tadi,” ucap Mikael. “Kebahagiaan tersendiri karena tahun lalu saya berperan jadi Yusuf. Tahun ini tidak disangka menjadi tokoh utama.”
Menurutnya, Katedral Jakarta terus berinovasi. Setiap tahun, Jalan Salib ditampilkan dengan tema berbeda, dilihat dari sudut pandang tokoh yang berlainan.
Lalu, ada pula pengalaman Arya Setiawan. Ini sudah kali keduanya ia memerankan Yesus yang disalib, dan gejolak batinnya masih sama kuatnya.
ungkap Arya. Dari situ, ia justru menemukan makna baru dalam perjalanan spiritualnya. Sebuah pertanyaan yang justru menguatkan.
Hari itu, lebih dari sekadar pertunjukan. Bagi yang memerankan dan yang menyaksikan, rasanya seperti ikut mengikuti proses itu langkah demi langkah.
Artikel Terkait
Tukang Ojek Diserang di Paniai, Satgas Damai Cartenz Turun Tangan
Operasi Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Diduga Pelaku Penyerangan ke Rombongan Tito Karnavian
Denpasar Terapkan WFH untuk ASN Setiap Jumat Mulai April 2026
HNW Kecam UU Hukuman Mati Israel, Sebut Alat Diskriminasi Sistematis