Proses itu sendiri memainkan 17 adegan berurutan. Mulai dari saat tersangka datang menjemput korban di rumah, hingga puncak penganiayaan yang merenggut nyawa. Adegan-adegan itu diperankan oleh tersangka dan beberapa saksi lain.
Rinciannya mengerikan. Tersangka diduga memukul korban berulang kali. Lalu, menyelupkan kepalanya ke dalam bak air. Yang lebih kejam, ia sempat berusaha menutupi pembunuhan ini dengan berpura-pura seolah-olah itu adalah sebuah kecelakaan belaka.
Di sisi lain, upaya penyelidikan yang digarap Tim Satreskrim berhasil membongkar kebenaran. Kematian sang istri bukanlah kecelakaan, melainkan hasil dari tindak kekerasan. Untuk memastikan semua berkas dan pengakuan tersangka akurat, JPU turut hadir menyaksikan langsung rekonstruksi yang ricuh ini.
Nuansa duka dan kemarahan masih jelas terasa. Kesedihan seorang ibu yang kehilangan anaknya, bercampur dengan upaya aparat menegakkan keadilan, menciptakan drama pilu yang sulit dilupakan.
Artikel Terkait
Dubes Iran Serukan Solidaritas Umat Islam dan Apresiasi Peran Indonesia dalam Pertemuan dengan Din Syamsuddin
Putin Siap Turun Tangan, Khawatir Eskalasi Konflik di Timur Tengah
JTT Terapkan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Antisipasi Macet Libur Jumat Agung
Bareskrim Segel Dua Bar di Bali Diduga Edarkan Narkoba