Jumat pagi itu, arus kendaraan di ruas tol Jakarta-Cikampek sudah mulai mengental. Menghadapi ancaman kemacetan parah jelang libur Jumat Agung, manajemen PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) akhirnya mengambil langkah. Mereka memberlakukan contraflow, sebuah rekayasa lalu lintas darurat, di kilometer 47 hingga 66 arah Cikampek. Kebijakan ini resmi dijalankan mulai pukul 09.18 WIB.
Tujuannya jelas: mengurai kepadatan. Arus kendaraan yang membludak menuju wilayah Timur Trans Jawa harus dicarikan solusi. Menurut pihak JTT, keputusan ini tidak serta merta, melainkan hasil pantauan situasi di lapangan dan koordinasi ketat dengan aparat Kepolisian. Semua demi kelancaran dan, yang paling utama, keselamatan para pengendara.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan lebih detail.
"Pemberlakuan contraflow satu lajur ini berdasarkan diskresi Polisi. Upaya kami bersama adalah menjaga arus kendaraan ke arah Timur Trans Jawa agar tetap lancar. Pemantauan kondisi lalu lintas kami lakukan secara intensif, tentu saja berkoordinasi penuh dengan pihak berwajib, untuk memastikan pengaturan ini berjalan optimal," ujar Ria.
Di sisi lain, JTT juga tak henti-hentinya mengingatkan para pengguna jalan. Imbauan keselamatan berkendara disampaikan berulang. Mulai dari memastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan benar-benar fit sebelum berangkat, hingga hal-hal teknis seperti menjaga jarak aman dan mematuhi setiap rambu serta arahan petugas di lapangan terutama saat melewati titik contraflow.
Ada hal-hal praktis lain yang juga perlu diantisipasi. Cuaca yang bisa berubah-ubah di perjalanan, misalnya. Atau, hal sepele seperti saldo e-money yang harus cukup. Perencanaan perjalanan yang matang jadi kunci.
Bagi yang ingin update informasi terkini soal kondisi lalu lintas, JTT menyediakan beberapa kanal. Bisa lewat aplikasi Travoy, media sosial resmi mereka, atau menghubungi One Call Center Jasa Marga di 133.
Langkah contraflow ini, meski situasional, menjadi bukti upaya nyata mengatasi rutinitas tahunan: pelarian warga kota menuju kampung halaman di hari libur panjang.
Artikel Terkait
Bupati Gorontalo Utara Kirim Bantuan Darurat ke Lima Desa Terendam Banjir
J Trust Bank Salurkan Dana Nasabah untuk Konservasi Mangrove dan Penyu Lewat Tabungan Hijau
Tekanan Geopolitik Global Dorong Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama di Asia Tenggara
DPP IKM Laporkan Abu Janda ke Polisi Atas Dugaan Ujaran Kebencian dalam Pidato di AS