Jumat pagi itu, arus kendaraan di ruas tol Jakarta-Cikampek sudah mulai mengental. Menghadapi ancaman kemacetan parah jelang libur Jumat Agung, manajemen PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) akhirnya mengambil langkah. Mereka memberlakukan contraflow, sebuah rekayasa lalu lintas darurat, di kilometer 47 hingga 66 arah Cikampek. Kebijakan ini resmi dijalankan mulai pukul 09.18 WIB.
Tujuannya jelas: mengurai kepadatan. Arus kendaraan yang membludak menuju wilayah Timur Trans Jawa harus dicarikan solusi. Menurut pihak JTT, keputusan ini tidak serta merta, melainkan hasil pantauan situasi di lapangan dan koordinasi ketat dengan aparat Kepolisian. Semua demi kelancaran dan, yang paling utama, keselamatan para pengendara.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan lebih detail.
"Pemberlakuan contraflow satu lajur ini berdasarkan diskresi Polisi. Upaya kami bersama adalah menjaga arus kendaraan ke arah Timur Trans Jawa agar tetap lancar. Pemantauan kondisi lalu lintas kami lakukan secara intensif, tentu saja berkoordinasi penuh dengan pihak berwajib, untuk memastikan pengaturan ini berjalan optimal," ujar Ria.
Artikel Terkait
Pemerintah Terapkan WFH Jumat untuk ASN Mulai 1 April 2026
AS Klaim Tanggung Jawab Serangan yang Runtuhkan Jembatan Vital Iran, Korban Jiwa Berjatuhan
Ibadah Jumat Agung dan Salat Jumat di Istiqlal-Katedral Berjalan Damai
Ribuan Jemaat Padati Gereja Katedral Jakarta untuk Peringatan Khidmat Jumat Agung