Karir LaNeve cukup panjang. Dia mengabdi sejak 1990 setelah lulus dari program ROTC Universitas Arizona. Sebelum bekerja untuk Hegseth, dia adalah panglima Angkatan Darat ke-8 di Korea Selatan. Posisi itu diembannya setelah masa tugas yang relatif singkat sebagai komandan Divisi Lintas Udara ke-82 di Fort Bragg. Uniknya, komando di Divisi 82 biasanya dipegang selama dua tahun, tapi LaNeve meninggalkannya lebih cepat, lalu beralih menjadi asisten khusus untuk komandan di Komando Pasukan Angkatan Darat AS, sebelum akhirnya diterjunkan ke Korea.
Sosok LaNeve rupanya menarik perhatian Trump. Beberapa jam setelah pelantikan, LaNeve melakukan panggilan video dari Korea Selatan ke acara Commander in Chief's Ball.
"Pak, atas nama pria dan wanita pemberani yang bertugas di bawah komando saya dan ribuan anggota layanan yang berdedikasi di Korea, selamat atas kemenangan Anda sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47," ucap LaNeve saat itu.
"Selamat datang kembali, Pak Presiden."
Trump pun menyambut hangat. Bahkan memuji penampilan LaNeve.
"Apakah pria ini terlihat seperti tokoh film atau bagaimana?" canda Trump, menurut transkrip resmi acara.
"Mereka tidak akan main-main dengan Anda. Itu bagus," tambahnya. "Saya senang melihat itu. Tidak ada yang berani main-main dengan pria itu."
Artikel Terkait
Bareskrim Segel Dua Bar di Bali Diduga Edarkan Narkoba
KAI Commuter Akan Tuntut Ganti Rugi Pengemudi Innova yang Ditabrak KRL
BPJS Ketenagakerjaan Hapus Antrean Fisik dengan Sistem Online Mulai 2026
Red Hat dan Google Cloud Pererat Integrasi untuk Modernisasi Aplikasi