KAI Commuter akhirnya angkat bicara soal insiden yang sempat bikin heboh: sebuah Toyota Innova tertabrak KRL di jalur Bogor-Jakarta Kota. Kejadiannya di perlintasan sebidang Soleh Iskandar, Bogor. Nah, perusahaan kini bersikukuh bakal menuntut ganti rugi dari sang pengemudi mobil.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan posisi mereka. Ini disampaikan ke wartawan pada Jumat (3/4/2026).
"Kami akan koordinasi dengan pihak berwenang untuk proses hukum lebih lanjut. Sekaligus meminta ganti rugi kepada pengendara mobil itu," ujar Leza.
Menurut Leza, tuntutan itu diajukan karena kerusakan sarana KRL dan keterlambatan perjalanan Commuter Line yang ditimbulkan.
Di sisi lain, KAI Commuter kembali mengingatkan aturan yang sering diabaikan. Berdasarkan UU Perkeretaapian, pengguna jalan wajib mendahulukan kereta yang mau melintas. Aturan serupa juga ada di UU LLAJ Pasal 114: pengemudi harus berhenti saat sinyal berbunyi dan palang pintu mulai turun.
"Intinya, berhenti saat sinyal bunyi atau palang bergerak. Berkendaralah dengan tertib dan beri hak utama pada kereta yang akan lewat," tegas Leza.
KRL Pun Rusak
Kecelakaan ini terjadi dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Lokasinya di perlintasan resmi nomor 27, antara Stasiun Bogor dan Cilebut. KRL yang tertabrak adalah Commuter Line Bogor nomor 1157 tujuan Jakarta Kota.
Akibatnya cukup parah. Kereta itu mengalami kerusakan pada saluran pipa angin di sistem pengeremannya. Alhasil, perjalanan pun terpaksa dihentikan. KRL yang mogok itu kemudian ditarik kembali ke Stasiun Bogor untuk diperbaiki.
Untungnya, tidak ada korban jiwa dari penumpang maupun masinis. "Temperan tersebut tidak menimbulkan korban dari pengguna maupun petugas," imbuh Leza. Namun, kejadian ini sempat membuat jalur Bogor-Cilebut macet total. Lintas dari kedua arah terpaksa dihentikan sementara selama proses evakuasi berlangsung.
Baru sekitar pukul 05.30 WIB, semua dinyatakan selesai dan aman. Jalur rel pun dibuka kembali untuk operasional kereta.
Gangguan Beruntun bagi Penumpang
Dampaknya tentu berantai. Evakuasi yang makan waktu itu menyebabkan keterlambatan dan bahkan pembatalan dua perjalanan Commuter Line Bogor di pagi hari. Coba bayangkan, pasti banyak penumpang yang kesal.
Untuk meminimalisir dampak, KAI Commuter terpaksa melakukan rekayasa operasi. Hingga pukul 10.00 WIB, ada 10 perjalanan yang polanya diubah hanya sampai Stasiun Bojonggede atau Depok, lalu balik lagi ke Jakarta Kota.
Yang jadi perhatian lain, sang pengemudi Toyota Innova kabur dari lokasi kejadian. Dia menghilang usai insiden, meninggalkan mobilnya yang ringsek. Hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dicari.
Artikel Terkait
Sekda DKI Dorong Pedagang Kelontong Naik Kelas Lewat Pembinaan SRC
Polda Metro Jaya Peringatkan Pedagang: Sapi Gelonggongan Bisa Dipidana
ARUKKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas atas Dugaan Mangkraknya Kasus Korupsi Dana CSR BI dan OJK
Komisi V DPR Soroti Tragedi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi, Desak Evaluasi Sistem Keselamatan