Namun begitu, situasi perlahan mulai mereda. Setelah memantau perkembangan, BMKG akhirnya mencabut peringatan dini tsunami tersebut. Lewat sebuah pernyataan resmi, mereka menyatakan bahwa ancaman gelombang besar telah berakhir.
Sembilan Titik Tercatat Terdampak Gelombang
Meski peringatan sudah dicabut, jejak tsunami sempat terlihat di sembilan lokasi. Data dari BMKG menunjukkan variasi ketinggian air yang tidak merata. Beberapa wilayah seperti Minahasa Utara dan Belang mencatat ketinggian yang lebih signifikan, masing-masing 0,75 meter dan 0,68 meter. Sementara di tempat lain seperti Bumbulan, gelombang hanya setinggi 0,13 meter.
Berikut daftar lengkapnya: Halmahera Barat (0,3 m), Gita (0,24 m), Bitung (0,2 m), Kedi (0,15 m), Tagulandang (0,19 m), Sidangoli (0,35 m), Minahasa Utara (0,75 m), Belang (0,68 m), dan Bumbulan (0,13 m).
"Inilah tercatat di pencatatan kita," tandas Faisal, mengonfirmasi data tersebut.
Kini, fokus beralih ke dampak gempa utama dan ratusan susulannya. Warga diimbau tetap waspada terhadap bangunan yang rusak dan tanah yang longsor. Meski ancaman tsunami besar telah berlalu, getaran-getaran kecil masih terus mengingatkan betapa rawannya wilayah ini.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Driver Taksi Online Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Jakarta
IEA Dukung Imbauan Pemerintah Indonesia untuk Hemat Energi
BGN: Insentif Harian Rp 6 Juta untuk SPPG Bisa Dihentikan Jika Fasilitas Tak Standar
Bareskrim Amankan Tiga Pengendali Jaringan Narkoba Klub White Rabbit