Krisis minyak global akibat perang di Timur Tengah ternyata berdampak sampai ke Kamboja. Pemerintah di sana akhirnya mengambil langkah tegas: memberlakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi para aparatur sipil negara (ASN).
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kamboja sedang menghadapi kenaikan harga bahan bakar yang cukup parah, salah satu yang tertinggi di dunia. Bayangkan saja, harga bensin biasa melonjak lebih dari 5.000 riel per liter, atau naik hampir 68 persen! Untuk meredam dampaknya, pemerintah sampai harus turun tangan dengan subsidi 6,5 sen per liter.
Nah, dalam situasi seperti itu, kebijakan WFH diproyeksikan bisa menghemat ratusan ribu liter BBM. Caranya ya dengan memangkas perjalanan dinas dan kunjungan lapangan. Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum punya imbauan jelas: rapat-rapat lebih baik dilakukan secara daring.
Di sisi lain, seruan efisiensi energi ini juga mencakup penghematan listrik. Intinya, pemerintah ingin semua pihak berkontribusi agar beban negara bisa lebih ringan.
Artikel Terkait
BGN: Insentif Harian Rp 6 Juta untuk SPPG Bisa Dihentikan Jika Fasilitas Tak Standar
Bareskrim Amankan Tiga Pengendali Jaringan Narkoba Klub White Rabbit
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Harga Perak Batangan Antam Turun Rp1.500 per Gram pada Jumat