Lalu, bagaimana dengan komoditas andalan daerah?
Meski secara keseluruhan lesu, peta kontribusi ekspor Sumsel masih didominasi oleh beberapa produk lama. Karet dan barang dari karet tetap yang terbesar, menyumbang 29,03 persen dari total ekspor, meski nilainya turun 23 persen.
Yang menarik justru datang dari komoditas pulp kayu. Di tengah kemerosotan umum, produk ini justru mencatat pertumbuhan positif 4,01 persen, dengan kontribusi mendekati 29 persen. Sedangkan bahan bakar mineral, yang dulu perkasa, kini pangsa dan nilainya menyusut drastis.
Menanggapi tren ini, Wahyu memberikan konteks yang lebih luas. “Memang ekspor ini sangat dipengaruhi harga dan permintaan dunia. Terlihat sekarang ekspor utama kita batu bara relatif mengalami penurunan,” ujarnya.
Artikel Terkait
Pria di Sragen Tewaskan Wanita Hamil yang Desak Nikah
Komnas HAM Terima 12 Laporan Ancaman Usai Kasus Penyegelan Aktivis KontraS
Dua Belas Desa di Grobogan Terendam Akibat Luapan Sungai
UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon