Bulog juga tak berhenti di situ. Mereka sedang memproses pembangunan 100 gudang baru tahun 2026, sesuai arahan Presiden. Proyek ini sudah masuk tahap administrasi dan tender. Targetnya, semua bisa selesai tepat waktu untuk memperkuat infrastruktur logistik pangan kita.
Lalu, bagaimana dengan harga di pasar? Rizal mengaku, menjaga stabilitas harga adalah kerja harian. Bersama Satgas Pangan, mereka rutin turun ke lapangan.
"Terus terang kami seminggu tiga kali ke pasar. Jadi sudah kayak minum obat," ujarnya dengan nada santai.
"Kami seminggu tiga kali di pasar mengontrol harga pangan dengan teman-teman Polri, Kemendag dan lain sebagainya untuk menjaga harga itu tetap stabil. Dan syukur alhamdulillah secara umum stabil."
Selain pemantauan, langkah seperti operasi pasar dan pasar murah juga terus digelar sebagai respons jika ada komoditas yang harganya melonjak. Memang, secara umum kondisi harga pangan terkendali. Meski begitu, ada satu komoditas yang masih jadi tantangan: cabai. Fluktuasi harganya masih tinggi, seringkali dipengaruhi cuaca yang tak menentu.
Jadi, intinya, meskipun dunia luar terlihat bergolak, soal ketahanan pangan pokok seperti beras, pemerintah memastikan kita dalam kondisi yang cukup baik. Imbauannya sederhana: tetap tenang dan bijak dalam berbelanja.
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Pastikan HET Pupuk Subsidi Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas
DEN: Stok BBM Aman di Atas 20 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, 3-9 April 2026
Karyawan PT Dua Kuda Indonesia Demo, Tolak Kepailitan Perusahaan Sehat