Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, punya pesan tegas untuk masyarakat: jangan panik. Pasalnya, stok beras nasional kita lagi aman-aman saja. Bahkan, kata Rizal, jumlahnya mencapai 4,387 juta ton yang tersimpan rapi di gudang Bulog.
Angka itu bukan main-main. Itu adalah capaian tertinggi, mengungguli stok tahun lalu yang 'cuma' sekitar 3,2 juta ton. "Kami lapor stok beras kita mencapai 4.387.469 ton. Ini sudah di gudang Bulog semua," tegas Rizal dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis lalu.
"Jadi masyarakat tidak perlu panic buying, tidak perlu stres terhadap dampak-dampak dari luar negeri. Stok kita cukup banyak," imbuhnya.
Menurut Rizal, angka ini menunjukkan kinerja pengadaan pangan yang cukup signifikan. Ia yakin, stok sebanyak itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan, dia memprediksi bakal ada tambahan lagi. Menjelang akhir April 2026 nanti, total pengadaan beras diproyeksikan bisa menembus 5 juta ton, seiring masa panen di berbagai daerah sentra produksi.
Yang penting, semua beras itu sudah ada di gudang. Artinya, distribusi ke daerah-daerah yang membutuhkan bisa dilakukan kapan saja jika situasi mendesak. Nah, karena itu pula, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tenang. Tidak perlu beli beras secara berlebihan hanya karena khawatir dengan situasi global.
Di sisi lain, kapasitas penyimpanan kita juga masih longgar. Total kapasitas gudang nasional Bulog mencapai sekitar 5,59 juta ton. Saat ini, yang terisi baru sekitar 4,36 juta ton. Masih ada sisa kapasitas kosong sekitar 1,22 juta ton ruang yang sangat memadai untuk menampung hasil panen mendatang.
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Pastikan HET Pupuk Subsidi Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas
DEN: Stok BBM Aman di Atas 20 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, 3-9 April 2026
Karyawan PT Dua Kuda Indonesia Demo, Tolak Kepailitan Perusahaan Sehat