Di sisi lain, televisi pemerintah Iran punya laporan berbeda. Mereka menyebut serangan itu sebagai aksi gabungan “musuh Amerika-Zionis”, dan terjadi bukan cuma sekali. Menurut siaran mereka, serangan kedua dilancarkan justru ketika tim darurat sedang berupaya menolong korban dari serangan pertama. Akibatnya, dua warga sipil dilaporkan menjadi korban.
“Beberapa menit yang lalu, musuh Amerika-Zionis sekali lagi menargetkan jembatan B1 di Karaj,” demikian bunyi laporan resmi tersebut.
Jembatan yang jadi sasaran ini bukan sembarang jembatan. Masih dalam tahap pembangunan, B1 direncanakan menjadi yang tertinggi di seluruh Timur Tengah. Pilar-pilarnya menjulang setinggi 136 meter. Kini, nasib proyek ambisius itu digantungkan oleh perang.
Pesan Trump jelas: kehancuran lebih lanjut akan datang jika Iran tidak segera mau berunding. Tekanan terus meningkat, dan situasinya makin runyam. Apa yang tersisa dari negara itu nantinya, seperti diungkapkan Trump, mungkin benar-benar tergantung pada keputusan di meja perundingan jika perundingan itu sampai terjadi.
Artikel Terkait
DEN: Stok BBM Aman di Atas 20 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, 3-9 April 2026
Karyawan PT Dua Kuda Indonesia Demo, Tolak Kepailitan Perusahaan Sehat
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja