"Pengorbanannya akan selalu dikenang sebagai bentuk penghormatan. Kami menegaskan bahwa kita adalah satu bangsa, dan kekuatan kami terletak pada kebersamaan dalam membela tujuan bersama serta menegakkan keadilan," lanjut rilis tersebut.
Doa dan dukungan moral juga disampaikan untuk keluarga korban, agar diberi ketabahan. Dari Ramallah, pesan solidaritas serupa mengalir, sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang gugur demi perdamaian.
Klaim yang Berbeda dan Tuntutan Indonesia
Namun begitu, narasi dari pihak Israel sama sekali berbeda. Mereka mengklaim operasi di Lebanon adalah tindakan defensif, untuk menangkal ancaman roket dari Hizbullah.
Soal insiden di markas UNIFIL, Israel punya dalih lain. Di forum PBB, mereka menyebut gugurnya prajurit Indonesia disebabkan kegagalan teknis persenjataan milik Hizbullah yang ada di sekitar lokasi. Klaim sepihak, begitu kira-kira.
Pemerintah Indonesia tentu saja menolak narasi itu. Jakarta bersikukuh mendesak penyelidikan independen yang transparan. Fakta lapangan harus terungkap objektif. Dan yang tak kalah penting: pertanggungjawaban hukum internasional atas serangan terhadap penjaga perdamaian harus ditegakkan.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen
SBY Sebut Hendropriyono Sebagai Mentor dalam Perjalanan Karier Militer