Didi merinci, Pertamax habis duluan sekitar pukul tiga sore. Pertamax Turbo bahkan lebih cepat, lenyap sejak pukul dua siang. Sementara Pertalite bertahan lebih lama, baru habis ketika matahari terbenam, sekitar pukul enam petang. Stok yang tersedia sebelumnya memang tak banyak: Pertamax 8 kiloliter, Pertalite 11 KL, Pertamax Turbo 8 KL, plus Dex.
Namun begitu, Didi menegaskan satu hal: harga di pom bensinnya tetap normal. "Sementara ini masih harga normal seperti kemarin," ujarnya. Kini, situasi sudah berangsur pulih. Pasokan baru telah datang dalam jumlah yang cukup untuk keempat jenis BBM tersebut, sehingga antrean pun kembali wajar.
Isu yang memicu kepanikan ini sebenarnya sudah ditepis oleh pemerintah. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dengan tegas memastikan tidak ada rencana penyesuaian harga BBM, baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi.
kata Prasetyo dalam pernyataan resminya, Selasa (31/3).
Keputusan ini, disebutkannya, merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin menjaga kepentingan masyarakat. Prasetyo juga menjamin stok BBM nasional dalam kondisi stabil. Ia mengimbau publik untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Artikel Terkait
Komnas HAM Gali Peran TNI dalam Investigasi Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
BPS Temukan 3.934 Penerima Bantuan BPJS Katastropik Meninggal Dunia
Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Tuntut Buka Selat Hormuz
Dishub Bogor Tegaskan Tilang Taksi Jakarta karena Langgar Wilayah Operasi, Bukan Sekadar Pelat B