Dia bersikap tegas. Menurutnya, kematian para penjaga perdamaian ini sama sekali tak bisa diterima dan merupakan noda hitam bagi hukum humaniter internasional.
“Kami mengutuk keras serangan yang terjadi,” tegas Dubes Umar Hadi.
“Ini bukan sekadar insiden biasa. Ini pelanggaran serius terhadap kedaulatan wilayah dan upaya sistematis untuk melemahkan mandat UNIFIL.”
Indonesia punya tuntutan jelas. Mereka mendesak investigasi menyeluruh yang dipimpin PBB, bukan klarifikasi sepihak dari pihak-pihak yang bertikai. Selain itu, ada desakan agar Dewan Keamanan memprioritaskan keselamatan personel PBB. Tujuannya jelas: mencegah konflik di Timur Tengah makin meluas dan tak terkendali.
Pertemuan di Seoul ini, meski berlatarbelakang duka, diharapkan bisa menguatkan solidaritas kedua negara. Tantangan keamanan global makin ruwet, namun komitmen Indonesia untuk turut menjaga perdamaian dunia tampaknya tak akan goyah. Meski risikonya nyata, dan harganya kadang terlalu mahal.
Ditulis oleh: Fityan
Editor: Redaktur
Artikel Terkait
Komnas HAM Gali Peran TNI dalam Investigasi Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
BPS Temukan 3.934 Penerima Bantuan BPJS Katastropik Meninggal Dunia
Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Tuntut Buka Selat Hormuz
Dishub Bogor Tegaskan Tilang Taksi Jakarta karena Langgar Wilayah Operasi, Bukan Sekadar Pelat B