Menteri Ketenagakerjaan Yassierli baru-baru ini mengeluarkan imbauan yang cukup menarik perhatian. Intinya, dia menganjurkan agar pekerja di sektor swasta, BUMN, dan BUMD bisa bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setidaknya satu hari dalam seminggu. Kebijakan ini, menurutnya, bisa memberi ruang lebih bagi para karyawan.
Tapi tentu saja, tidak semua bidang usaha bisa mengikuti anjuran ini. Ada pengecualian untuk sektor-sektor yang dianggap vital dan harus tetap beroperasi secara langsung.
“Dapat dikecualikan untuk sektor tertentu, seperti sektor kesehatan, rumah sakit, klinik, tenaga medis dan farmasi, sektor energi, serta bahan bakar minyak, gas, dan listrik,” jelas Yassierli dalam konferensi pers di Kemnaker, Rabu (1/4/2026).
Nah, kalau dirinci, daftar sektor yang dikecualikan ternyata cukup panjang. Mulai dari dunia kesehatan rumah sakit, klinik, dan apotek hingga sektor energi yang mengurusi BBM, gas, dan listrik. Lalu ada juga infrastruktur dan layanan publik macam jalan tol, penyediaan air bersih, dan pengangkutan sampah.
Di sisi lain, ritel dan perdagangan bahan pokok di pasar atau pusat perbelanjaan juga tetap harus buka. Begitu pula pabrik-pabrik yang proses produksinya sangat bergantung pada kehadiran fisik pekerja di depan mesin.
Artikel Terkait
Fuji Utami Tegaskan Tak Arahkan Gala Sky ke Dunia Hiburan
Pemerintah Wajibkan ASN WFH Setiap Jumat untuk Hemat Energi, Potensi Penghematan Capai Rp 6,2 Triliun
Dishub Bogor Tilang Taksi Konvensional Jakarta karena Ngetem dan Operasi di Luar Wilayah
PP TUNAS Diresmikan, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat Jelang Hari Penyiaran