Namun begitu, yang terjadi selanjutnya justru melenceng jauh dari pembahasan aturan. Hasbi tiba-tiba membuka lembaran lama. Dia menceritakan masa lalu Amir yang pernah terjerat kasus suap sengketa Pilkada 2013 silam, yang melibatkan mantan Ketua MK Akil Mochtar. Dengan nada yang terdengar sarkastik, Hasbi melontarkan kalimat yang memantik amarah.
“Uyuhan (masih mending) mantan napi jadi wakil bupati, bersyukur,” katanya, tepat di hadapan Amir sendiri.
Kalimat itu ibarat percikan api. Amir Hamzah langsung bangkit dari kursinya, wajahnya memerah. Dia bergegas mendekati panggung tempat Hasbi berdiri. Beberapa ASN yang menyaksikan langsung bereaksi, buru-buru menahan Amir untuk mencegah situasi jadi tak terkendali. Keributan singkat itu berakhir dengan Amir memilih meninggalkan ruangan, meninggalkan acara yang seharusnya penuh silaturahmi itu.
Insiden ini tentu menggores catatan buruk bagi hubungan kedua pemimpin daerah. Di satu sisi, ada soal penafsiran kewenangan. Di sisi lain, ada luka lama yang dibuka di tempat yang sama sekali tidak tepat. Kini, suasana di kantor bupati Lebak dipastikan tak akan sama lagi.
Artikel Terkait
Mendagri Terbitkan SE, ASN Daerah Boleh WFH Setiap Jumat Mulai 2026
Menaker Usulkan Industri Kreatif Jadi Laboratorium Magang Nasional
Bupati Banyuwangi Paparkan Capaian 2025: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,65%
Menteri Fadli Zon Dukung Rencana Festival Budaya Internasional pada 2026