Bupati Banyuwangi Paparkan Capaian 2025: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,65%

- Rabu, 01 April 2026 | 09:55 WIB
Bupati Banyuwangi Paparkan Capaian 2025: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,65%

Di hadapan para anggota dewan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membeberkan catatan kinerja daerahnya sepanjang tahun 2025. Pemaparan itu ia sampaikan lewat Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran, sebuah ritual politik tahunan yang wajib dilaksanakan.

“Penyelenggaraan pemerintahan daerah Tahun Anggaran 2025 telah berakhir,” ujar Ipuk dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2026).

“Kami selaku Kepala Daerah berkewajiban untuk menyampaikan LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD melalui Rapat Paripurna.”

Rapat paripurna itu sendiri sudah digelar lebih dulu, tepatnya pada Jumat (27/3). Dalam forum itulah Ipuk menjelaskan sederet indikator yang menunjukkan wajah Banyuwangi kian cerah. Mulai dari ekonomi, kesejahteraan manusia, hingga geliat pariwisata semuanya bergerak naik.

Yang cukup mencolok adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Angkanya melonjak dari 74,30 di 2024 menjadi 75,17 setahun kemudian. Bukan cuma naik, capaian ini bahkan melampaui target yang sudah ditetapkan pemerintah daerah.

“IPM Banyuwangi meningkat menjadi sebesar 75,17 pada tahun 2025,” jelasnya.

“Realisasi ini telah melebihi target, dengan capaian sebesar 100,40 persen.”

Di sisi lain, beban kemiskinan perlahan tapi pasti berkurang. Persentase penduduk miskin turun dari 6,54 persen menjadi 6,13 persen. Ketimpangan pendapatan juga membaik, terlihat dari indeks Gini yang merosot dari 0,312 ke 0,290. Artinya, pertumbuhan ekonomi yang terjadi dirasakan lebih merata.

Ngomong-ngomong soal ekonomi, pertumbuhan Banyuwangi di 2025 benar-benar menggembirakan. Angkanya mencapai 5,65 persen, melompat jauh dari 4,68 persen di tahun sebelumnya. Kenaikan hampir satu poin persen ini disebut-sebut sebagai yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Bahkan, performa ini mengungguli rata-rata provinsi Jawa Timur dan nasional.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar