Di kantornya yang terletak di Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru-baru ini menemui Fakhri Bagus Pratama. Pertemuan itu membahas rencana Festival Berbudaya, sebuah inisiatif yang digagas komunitas. Intinya, festival ini ingin mengukuhkan peran Indonesia sebagai tuan rumah acara budaya bertaraf internasional. Tak hanya itu, mereka juga berambisi mendorong kerja sama lintas negara di bidang ini.
Rencananya, festival tak langsung digelar dalam skala besar. Akan ada tahapan. Kegiatan berskala nasional dulu, sebagai bentuk sosialisasi dan untuk mengajak publik terlibat. Baru kemudian, puncak acara internasionalnya ditargetkan pada akhir 2026 nanti. Untuk tahap awal, serangkaian kegiatan seperti pertunjukan musik dan pameran karya budaya sudah disiapkan. Mereka juga berencana melibatkan komunitas dan pelaku UMKM agar ekosistemnya hidup.
Menteri Fadli Zon sendiri menyambut baik inisiatif semacam ini. Menurutnya, kontribusi komunitas sangat penting untuk memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.
"Kementerian Kebudayaan pada prinsipnya mendukung berbagai inisiatif dari komunitas dan pelaku budaya. Yang terpenting adalah kesiapan konsep program, tata kelola kegiatan, serta dampak yang dihasilkan bagi penguatan ekosistem kebudayaan secara berkelanjutan,"
Demikian pernyataan Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2026).
Dia menegaskan, dukungan pemerintah untuk program kebudayaan harus melalui mekanisme yang terukur. Artinya, ada proses kurasi dan aspek administrasi yang perlu dipenuhi. Namun begitu, pihaknya membuka sejumlah peluang dukungan. Komunitas budaya bisa mengakses program seperti Manajemen Talenta Nasional (MTN), dukungan ekosistem festival, atau skema pendanaan lain yang tersedia di kementerian. Tentu saja, semuanya melalui proses seleksi.
"Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas, pelaku seni, serta berbagai pemangku kepentingan dan inisiatif publik lainnya, dalam rangka memajukan kebudayaan Indonesia dan memperluas jejaring diplomasi budaya di tingkat internasional,"
Penjelasannya menutup pernyataan resmi tersebut.
Di sisi lain, dari pihak penyelenggara, Fakhri Bagus Pratama punya harapan besar. Festival Berbudaya ini diimpikan menjadi ruang kolaborasi yang cair, mempertemukan pelaku budaya dalam dan luar negeri. Tujuannya jelas: memperkuat posisi Indonesia di peta kerja sama budaya global.
"Kami berharap festival ini dapat menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku budaya dari berbagai negara, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai pusat kegiatan kebudayaan yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing di tingkat global,"
Ucap Fakhri menutup pembicaraan.
Dalam audiensi itu, Fadli Zon tidak sendirian. Dia didampingi oleh Staf Ahli bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis, serta Direktur Pengembangan Budaya Digital, Andi Syamsu Rijal.
Artikel Terkait
Api Kembali Menyala di Lokasi Kebakaran Tambora, Damkar Kerahkan 8 Mobil Pemadam
Polisi Selidiki Kematian Wanita 20 Tahun di Hotel Kebayoran Baru, Temukan Luka di Kepala
Dari Kantoran ke Pengusaha Kuliner, Dian Kembangkan Serundeng Krispi Tembus Pasar Eropa Berkat Pelatihan Rumah BUMN BRI
Baznas Salurkan Daging Dam Haji ke Warga Kurang Mampu di Pemalang