Gus Ipul Serahkan Santunan Langsung untuk Korban Banjir Sumatra

- Minggu, 01 Februari 2026 | 07:25 WIB
Gus Ipul Serahkan Santunan Langsung untuk Korban Banjir Sumatra

Di tengah hiruk-pikuk kegiatan Dialog Kesejahteraan Sosial di Deli Serdang, Sabtu lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyempatkan diri untuk sebuah agenda yang lebih personal. Gus Ipul, panggilan akrabnya, secara langsung menyerahkan santunan kepada sebelas keluarga yang kehilangan anggota akibat banjir yang melanda Sumatra. Momen itu terjadi di sela-sela acara Sekolah Rakyat, jauh dari sorotan kamera utama, namun sarat makna.

“Masing-masing ahli waris korban meninggal dunia mendapatkan santunan Rp15 juta,” ujar Gus Ipul, seperti dikutip keesokan harinya, Minggu (1/2).

Namun begitu, perhatian pemerintah tak hanya untuk mereka yang berduka. Korban dengan luka berat juga mendapat perhatian, dengan santunan sebesar Rp5 juta. Menurut Gus Ipul, bantuan ini adalah bagian dari skema penanganan bencana yang dijalankan bertahap, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan. Ia menegaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.

Sebelumnya, upaya serupa sudah dilakukan di Aceh Utara. Di sana, lebih dari dua ratus ahli waris korban bencana telah menerima santunan. Prosesnya menunggu penetapan resmi dari kepala daerah setempat, baru kemudian bantuan bisa dicairkan.

Kini, memasuki fase pascakedaruratan, fokusnya bergeser. Kemensos mulai menyiapkan dukungan lanjutan untuk pemulihan kehidupan warga. Bantuan isian rumah, misalnya, disiapkan bagi keluarga yang rumahnya rusak parah atau sedang.

“Bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga,” jelas Gus Ipul.

Tak cuma itu. Ada juga bantuan pemberdayaan sosial senilai Rp5 juta per keluarga, yang ditujukan untuk menggerakkan kembali roda ekonomi. Lalu, ada jaminan hidup atau jadup sebesar Rp450.000 per orang per bulan, yang akan diberikan selama tiga bulan. Besarannya menyesuaikan jumlah anggota keluarga.

Tentu saja, semua bantuan ini tidak serta merta disalurkan. Gus Ipul memaparkan mekanisme verifikasi yang cukup ketat untuk meminimalisir salah sasaran. Data awal dari BNPB akan ditetapkan oleh kepala daerah, lalu diverifikasi oleh unsur forkopimda setempat. Rekomendasi dari dinas sosial provinsi kemudian diverifikasi ulang oleh Kemendagri dan Dukcapil.

“Setelah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Kemensos akan segera menyalurkan bantuan langsung kepada nama-nama yang sudah diusulkan dari bawah, by name, by address,” tegasnya.

Penyalurannya sendiri dilakukan melalui dua saluran: Bank Himbara atau PT Pos Indonesia. Gus Ipul mengakui, kerja besar ini mustahil dilakukan sendirian. Penanganan bencana, menurutnya, adalah kolaborasi. Selain Kemensos, ada peran vital BNPB, Kementerian PUPR, TNI, Polri, hingga BUMN, yang semuanya berkoordinasi di bawah Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler