Jakarta, 31 Maret 2026 – Pemerintah mengambil langkah tegas untuk mengamankan keuangan negara di tengah gejolak global. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan adanya prioritisasi dan pengalihan anggaran di tubuh kementerian dan lembaga. Langkah ini tak lepas dari situasi dunia yang memanas, terutama konflik di Timur Tengah yang terus mendorong harga minyak mentah dan menekan stok global.
“Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas,” jelas Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa lalu.
Ia menyebut pos-pos seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan acara seremonial akan dikurangi. Dana yang ada akan dialihkan ke hal-hal yang lebih produktif dan langsung menyentuh masyarakat.
“Termasuk untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatra,” tambahnya.
Nilai yang diproyeksikan untuk dialihkan cukup besar, berkisar antara Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun. Airlangga juga menekankan pemerintah terus mendorong percepatan dan penajaman belanja agar anggaran benar-benar optimal.
(Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: dok MI)
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional
Pemerintah Batasi Pembelian Solar dan Pertalite Maksimal 50 Liter per Hari
Anggota DPR Apresiasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026