Anggota DPR Apresiasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026

- Selasa, 31 Maret 2026 | 22:35 WIB
Anggota DPR Apresiasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026

Stabilitas harga kebutuhan pokok jelang Lebaran 2026 mendapat sorotan. Kali ini, sorotan itu justru datang dalam bentuk apresiasi. Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, secara terbuka memuji langkah Presiden Prabowo Subianto dan kabinetnya. Menurutnya, situasi harga pangan tahun ini jauh lebih terkendali ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

"Kita perlu apresiasi kinerja Presiden Prabowo dan jajaran kabinet," ujar Andre.

Pernyataannya itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (IDFood), Senin (30/3/2026).

"Di saat negara lain menghadapi tekanan, Indonesia termasuk yang mampu menjaga stabilitas, baik BBM maupun pangan," tambahnya.

Memang, fluktuasi harga sempat terjadi. Komoditas seperti telur dan cabai mengalami gejolak, itu tak dipungkiri. Namun begitu, secara umum kondisi terpantau stabil. Baik saat hari raya maupun setelahnya. Andre punya pengalaman pribadi soal ini. Sejak duduk di Komisi VI pada 2019, baru di Lebaran 2026 inilah ia tak banyak mendengar keluhan masyarakat soal harga yang melonjak.

"Ini pertama kalinya sejak saya di Komisi VI, tidak ada kegaduhan di media sosial soal harga pangan yang tinggi," ucapnya.

Keberhasilan ini, dalam pandangannya, bukanlah suatu kebetulan. Ia menilai ada komitmen serius pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional. Komitmen itu sudah digaungkan sejak Prabowo dilantik pada 2024, dengan fokus pada kemandirian dan menjaga pasokan dalam negeri.

Di sisi lain, rapat dengan IDFood juga membahas hal-hal strategis. Komisi VI mengapresiasi roadmap pengembangan perusahaan itu ke depan. Tapi tentu saja, dukungan konkret diperlukan.

Andre mendorong adanya dukungan pendanaan, bisa berupa subsidi bunga atau penyertaan modal. Tujuannya jelas: memperkuat peran IDFood dalam program pangan nasional. Baginya, kemampuan menjaga harga tetap stabil di tengah gejolak global adalah indikator penting. Ia menegaskan hal itu.

Ia pun membandingkan dengan kondisi di luar. Banyak negara bergulat dengan tekanan harga energi dan pangan yang mencekik. Sementara posisi Indonesia, menurutnya, masih lebih baik.

"Indonesia termasuk negara yang BBM-nya masih bertahan, termasuk pangan kita," imbuhnya.

"Ini patut kita syukuri dan apresiasi."

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar