Konflik antara Erin Wartia dan mantan asisten rumah tangganya kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, seorang perempuan bernama Nur mengungkap kisah di balik keputusannya nekat melarikan diri dari kediaman sang majikan dengan cara yang tidak lazim.
Nur mengaku terpaksa mengambil langkah ekstrem tersebut karena sudah tidak sanggup menahan keinginan untuk pulang menjenguk ibundanya yang tengah sakit keras di kampung halaman. Keputusan itu diambil setelah upayanya meminta izin pulang tak kunjung mendapat respons.
Menurut pengakuan Nur, ia telah beberapa kali menyampaikan niat untuk berhenti bekerja secara baik-baik. Namun, keinginannya itu terkendala syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yakni mencari pengganti sebelum diperbolehkan meninggalkan pekerjaan.
“Orang tua saya makin parah sakitnya. Saya sudah bilang baik-baik mau keluar, tapi belum diizinkan. Katanya harus menunggu ada pengganti,” ungkap Nur saat ditemui di kawasan Cianjur, Jawa Barat, belum lama ini.
Situasi tersebut membuat Nur berada di titik terendah. Di tengah kekhawatiran terhadap kondisi sang ibu yang semakin kritis, ia akhirnya mengambil keputusan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Nur memilih kabur dari rumah Erin dengan cara yang cukup berisiko, yakni memanjat pagar rumah yang tinggi demi bisa keluar dan pulang ke kampung halaman.
Aksi nekat itu membuat sang suami terkejut. Sebab, selama ini ia mengetahui rumah tempat Nur bekerja memiliki sistem keamanan yang cukup ketat.
“Saya juga kaget. Tiba-tiba istri saya kabur. Jujur enggak menyangka sampai senekat itu,” ujar suami Nur.
Bahkan, sebelum kejadian tersebut, sang suami sempat mengingatkan Nur agar tidak melakukan tindakan berbahaya. “Saya sempat bilang jangan sampai kabur karena pagarnya tinggi. Tapi mungkin dia sudah enggak kuat lagi menghadapi situasinya,” katanya.
Meski harus meninggalkan sejumlah barang pribadi, Nur mengaku tak menyesali keputusan tersebut. Baginya, keselamatan dan kondisi orang tua jauh lebih penting daripada harta benda yang tertinggal. “Yang penting saya selamat dan bisa pulang. Barang-barang enggak dibawa juga enggak apa-apa,” tuturnya.
Namun, kisah Nur ternyata tak berhenti setelah ia berhasil pulang. Perempuan asal Cianjur itu mengaku masih menyimpan trauma mendalam hingga saat ini. Ia merasa ketakutan untuk bepergian jauh atau bertemu orang asing. Bahkan, rasa takut itu muncul setiap kali melihat aparat kepolisian.
Menurut pengakuan Nur dan suaminya, ketakutan tersebut bermula dari ucapan yang pernah diterimanya saat masih bekerja. Ia disebut sempat mendengar pernyataan bahwa dirinya bisa menjadi buronan polisi terkait dugaan pencemaran nama baik.
“Kalau keluar jauh masih takut. Ada rasa khawatir yang belum hilang sampai sekarang,” ujar Nur.
Sang suami membenarkan kondisi psikologis istrinya yang masih terguncang pasca kejadian tersebut. “Kalau lihat polisi jadi takut. Karena dulu pernah dibilang kalau dia itu buronan polisi. Jadi sampai sekarang masih kepikiran,” ungkapnya.
Akibat tekanan yang dirasakan, Nur bahkan sempat memilih mengurung diri di rumah dan enggan bertemu banyak orang. “Dia syok sekali. Keluar rumah juga takut, ketemu orang malu dan khawatir,” kata sang suami.
Kini, Nur berusaha menjalani hari-harinya bersama keluarga di Cianjur sambil memulihkan kondisi mentalnya. Sementara itu, kisah pelariannya dari rumah Erin Wartia masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Artikel Terkait
Ussy Sulistiawaty Kembali Bernyanyi Setelah Vakum Belasan Tahun, Murni karena Kecintaan pada Musik
Kemenag Anjurkan Jemaah Haji yang Baru Pulang untuk Memanjatkan Doa bagi yang Menjemput
Ahli: Konsumsi Makanan Tinggi Lemak dan Alkohol Berlebihan Picu Kerusakan Hati hingga Kanker
Dokter Andrologi: Olahraga Kekuatan Lebih Efektif Tingkatkan Testosteron Dibanding Aerobik