Victoria Insurance Gelar Private Placement Rp13 Miliar, Saham Ditebus Induk Perusahaan

- Jumat, 05 Desember 2025 | 06:25 WIB
Victoria Insurance Gelar Private Placement Rp13 Miliar, Saham Ditebus Induk Perusahaan

PT Victoria Insurance Tbk (VINS) bersiap menggelar aksi korporasi. Perusahaan asuransi itu akan melakukan private placement, atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), dengan menerbitkan sekitar 92,9 juta saham baru. Nah, harga yang ditetapkan untuk saham-saham ini adalah Rp140 per lembar.

Kalau dihitung-hitung, total dana segar yang bakal masuk ke kas perusahaan bisa mencapai Rp13 miliar. Besaran itu sudah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar belum lama ini, tepatnya pada 20 Oktober 2025.

Lalu, siapa yang akan membeli saham hasil private placement ini? Ternyata, pihak pembelinya bukan dari luar grup. Manajemen VINS mengungkapkan bahwa saham-saham tersebut akan diambil alih oleh PT Victoria Investama Tbk (VICO), sang perusahaan induk.

Dalam penjelasan resminya ke BEI, Jumat (5/12/2025), perusahaan punya alasan tersendiri memilih transaksi dengan pihak terafiliasi ini.

"Transaksi ini dilakukan dengan pihak terafiliasi atas dasar pertimbangan bahwa pihak terafiliasi telah memahami kondisi bisnis perseroan, sehingga pelaksanaan PMTHMETD ini dapat dilakukan secara lebih cepat dan lebih pasti tanpa menimbulkan keterlambatan yang dapat mengakibatkan tertundanya pengembangan bisnis perseroan,"

Jadi, selain lebih cepat, keputusan ini dianggap bisa menghindari penundaan yang berpotensi menghambat perkembangan bisnis VINS ke depannya.

Di sisi lain, ada tujuan strategis di balik penggalangan dana ini. Menurut manajemen, langkah private placement ini utamanya untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Mereka juga perlu memenuhi aturan baru tentang ekuitas minimum yang diatur dalam POJK No. 23/2023. Tekanan regulasi memang kerap menjadi pendorong aksi korporasi seperti ini.

Lantas, untuk apa saja dana Rp13 miliar itu akan dialokasikan? Rencananya, setelah dipotong biaya-biaya terkait, dana tersebut akan dipakai untuk modal kerja. Tujuannya jelas: memperkuat pondasi modal perusahaan. Dengan struktur modal yang lebih sehat, kemampuan VINS dalam menanggung risiko sendiri diharapkan bisa meningkat. Rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) pun ditargetkan naik, sebagai antisipasi terhadap pertumbuhan bisnis asuransi mereka yang terus bergerak.

Soal pengelolaan dananya, perusahaan menjamin tidak akan asal tempatkan.

"Perseroan akan menempatkan dana yang diperoleh dari hasil PMTHMETD dalam instrumen-instrumen investasi surat berharga diantaranya pada deposito, reksa dana, obligasi dan instrumen investasi lainnya dengan pengelolaan risiko investasi yang memadai serta memperhatikan peraturan dan ketentuan yang berlaku,"

Singkatnya, instrumen seperti deposito, reksa dana, dan obligasi akan menjadi pilihan, tentu dengan pengelolaan risiko yang ketat dan mengikuti semua aturan main yang ada.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar