Lewat sebuah unggahan di media sosial, seorang diplomat senior PBB mengumumkan pengunduran dirinya. Alasannya cukup mencengangkan: dia mengklaim badan dunia itu sedang mempersiapkan skenario untuk menghadapi kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran. Pengumuman ini muncul di tengah perang yang masih berkecamuk.
Mohamad Safa, yang selama ini menjabat sebagai Perwakilan Utama Patriotic Vision (PVA) di PBB, menyampaikan keputusannya itu via platform X. Bersama pengumuman itu, dia juga membagikan surat yang membeberkan alasan lengkap di balik langkah drastisnya.
Patriotic Vision sendiri bukan organisasi sembarangan. Mereka punya status konsultatif khusus di Dewan Ekonomi dan Sosial PBB atau ECOSOC.
Dalam pernyataannya, Safa mengaku keputusannya matang dan penuh pertimbangan. Namun, ada satu hal yang mendorongnya: keyakinannya bahwa sejumlah pejabat tinggi PBB lebih melayani kepentingan lobi-lobi kuat, bukan mandat organisasi.
Begitu bunyi pernyataannya. Rupanya, ada hal lain yang lebih membuatnya tak tahan.
Artikel Terkait
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Puan Maharani Desak Investigasi
Trump Pertimbangkan Hentikan Perang Iran, Fokus Beralih ke Target Militer Terbatas
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Meski Konflik Timur Tengah
Program Makan Bergizi Gratis Dikurangi Jadi Lima Hari Seminggu, Penghematan Capai Rp20 Triliun