Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Meski Konflik Timur Tengah

- Selasa, 31 Maret 2026 | 20:45 WIB
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Meski Konflik Timur Tengah

TVRINews, Jakarta

Oleh: Ricardo Julio

Meski situasi di Timur Tengah masih memanas, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meyakinkan publik bahwa stok BBM dan LPG di dalam negeri aman terkendali. Pernyataan ini ia sampaikan lewat konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026), menanggapi kekhawatiran yang beredar.

Menurut Bahlil, pemerintah tak tinggal diam. Mereka langsung bergerak mencari sumber pasokan lain untuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh ketergantungan pada Timur Tengah yang selama ini menyuplai sekitar seperlima kebutuhan energi kita. “Ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah atas arahan Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber pasokan lain untuk mengganti yang dari Middle East. Dan alhamdulillah sudah dapat,” ujarnya.

Ia menambahkan dengan nada optimis, “Jadi insya Allah nggak perlu ada keraguan lagi, untuk pengganti dari Middle East sudah kita dapat.”

Di sisi lain, langkah diversifikasi impor ini bukan satu-satunya solusi. Bahlil menekankan peran kunci proyek RDMP di Balikpapan yang baru diresmikan awal tahun ini. Kilang itu, kata dia, merupakan lompatan besar untuk kemandirian energi.

“Kita bersyukur kepada Tuhan, di Januari itu kita meresmikan RDMP kita. RDMP yang di Balikpapan itu menghasilkan 5,6 juta kiloliter bensin dan kurang lebih sekitar 4,5 juta kiloliter solar,” jelas Bahlil.

“Jadi artinya apa? Yang kita ke depan impor yang paling banyak itu krut (minyak mentah).”

Untuk rinciannya, sebagian besar kebutuhan BBM seperti Pertamax (RON 90-98) sudah bisa dipenuhi produksi domestik. Kekurangannya diambil dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Sementara untuk LPG, pemerintah kini mengalihkan pasokan ke sumber-sumber di luar Timur Tengah, dengan Amerika Serikat jadi salah satu pilihan utama.

“LPG sekarang kita sudah dorong untuk mengambil di beberapa negara yang non-Middle East, terutama di Amerika. Jadi secara pasokan, insya Allah mohon doanya clear, nggak ada masalah,” tambahnya.

Lalu bagaimana dengan harga? Soal fluktuasi harga BBM non-subsidi yang kerap bikin resah, Bahlil meminta pengertian. Pemerintah butuh waktu untuk mengkaji dengan matang. Ia berjanji keputusan akhir nanti akan diambil secara bijak, dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

“Menyangkut dengan harga yang ada, kita kan tahu fluktuasinya kan terus-menerus yang non-subsidi. Kasih kami waktu untuk menyelesaikan dengan baik. Menyelesaikan dengan baik, bijak dan betul-betul dengan hal-hal yang wajar,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar