TVRINews, Jakarta
Oleh: Ricardo Julio
Meski situasi di Timur Tengah masih memanas, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meyakinkan publik bahwa stok BBM dan LPG di dalam negeri aman terkendali. Pernyataan ini ia sampaikan lewat konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026), menanggapi kekhawatiran yang beredar.
Menurut Bahlil, pemerintah tak tinggal diam. Mereka langsung bergerak mencari sumber pasokan lain untuk mengisi celah yang ditinggalkan oleh ketergantungan pada Timur Tengah yang selama ini menyuplai sekitar seperlima kebutuhan energi kita. “Ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah atas arahan Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber pasokan lain untuk mengganti yang dari Middle East. Dan alhamdulillah sudah dapat,” ujarnya.
Ia menambahkan dengan nada optimis, “Jadi insya Allah nggak perlu ada keraguan lagi, untuk pengganti dari Middle East sudah kita dapat.”
Di sisi lain, langkah diversifikasi impor ini bukan satu-satunya solusi. Bahlil menekankan peran kunci proyek RDMP di Balikpapan yang baru diresmikan awal tahun ini. Kilang itu, kata dia, merupakan lompatan besar untuk kemandirian energi.
“Kita bersyukur kepada Tuhan, di Januari itu kita meresmikan RDMP kita. RDMP yang di Balikpapan itu menghasilkan 5,6 juta kiloliter bensin dan kurang lebih sekitar 4,5 juta kiloliter solar,” jelas Bahlil.
Artikel Terkait
Kuwait Tuduh Iran Serang Kapal Tanker Minyaknya di Dekat Dubai
Empat Tersangka Penganiayaan Aktivis KontraS Ditahan di Sel Maksimum Pomdam Jaya
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional