Konflik di Timur Tengah yang terus memanas ternyata berdampak juga pada kebijakan dalam negeri. Pemerintah terpaksa melakukan sejumlah penghematan. Salah satu program yang ikut terkena imbas adalah Makan Bergizi Gratis atau MBG. Program andalan itu kini dipangkas frekuensinya menjadi hanya lima hari dalam seminggu.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam sebuah konferensi pers daring yang digelar Selasa lalu, ia menjelaskan langkah pemerintah untuk mengoptimalkan program MBG.
Namun begitu, Airlangga menekankan bahwa kebijakan ini tidak bersifat kaku. Ada beberapa pengecualian yang harus diperhatikan. Daerah-daerah 3T Tertinggal, Terdepan, Terluar dan wilayah dengan angka stunting yang masih mengkhawatirkan akan mendapat perlakuan khusus.
Artikel Terkait
Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Kemnaker Tegaskan Aturan Kerja di Hari Libur dan Hak Upah Lembur Pekerja
Netanyahu Tegaskan Perang dengan Iran Berlanjut, Abaikan Sinyal Damai dari Teheran
UNTR Gelar Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun untuk Dukung Stabilitas Pasar