Indonesia tengah mendorong pembangunan ekosistem pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs secara menyeluruh, dari hulu ke hilir. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kolaborasi antara Inovasi Muda dan Universitas Ciputra yang menyelenggarakan Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026, dengan mengusung tema “Green Innovation for Indonesia’s Future Economy”.
Kompetisi ini dirancang sebagai inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem bisnis berkelanjutan di Indonesia. Program tersebut bertujuan melahirkan generasi greenpreneur yang tidak hanya mampu menghadirkan solusi inovatif, tetapi juga menciptakan peluang kerja yang berkelanjutan.
“Melalui Indonesia Green Jobs Initiative Competition, kami ingin mendorong generasi muda untuk menjadi job creator di sektor hijau. Tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi menciptakan peluang kerja baru melalui inovasi yang berkelanjutan,” ujar Chairwoman Inovasi Muda, Restu Andini, dalam keterangan tertulis pada Rabu, 6 Mei 2026.
Indonesia Green Jobs Initiative Competition 2026 merupakan bagian dari flagship initiative bertajuk Green Jobs Impact yang dikembangkan Inovasi Muda. Program ini diikuti oleh lebih dari 300 greenpreneur dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah melalui proses kurasi dan seleksi yang ketat, terpilih sepuluh tim terbaik yang melaju ke tahap grand final. Pada babak akhir, tiga tim berhasil ditetapkan sebagai juara, yaitu Kapori, Mustav&Co, dan CEO Masa Depan. Sementara itu, penghargaan Best Paper diraih oleh Molina, dan Best Presentation diberikan kepada Ksatria Airlangga.
Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang adu gagasan, melainkan juga ruang pengembangan bagi generasi muda untuk membangun bisnis berkelanjutan. Para peserta didorong mengembangkan model bisnis yang tidak hanya berdampak finansial, tetapi juga memberikan environmental impact dan social impact, sekaligus membuka peluang green jobs bagi sesama anak muda.
“Beragam solusi dikembangkan peserta di sektor strategis, mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah dan daur ulang, pertanian berkelanjutan, hingga transportasi berkelanjutan. Setiap inovasi dinilai berdasarkan kreativitas, kesiapan implementasi, keberlanjutan model bisnis, serta potensi dampaknya bagi masyarakat dan lingkungan,” papar Restu.
Selain kompetisi, program ini juga menghadirkan proses pendampingan dan penguatan kapasitas bagi peserta. Dalam kolaborasi ini, Universitas Ciputra turut berperan memonitor pengembangan bisnis peserta sejak tahap awal perencanaan hingga memastikan model bisnis yang dikembangkan memiliki potensi untuk tumbuh secara scalable dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Deputy Head Export Kadin Jawa Timur, Eric Harianto, menambahkan bahwa kebutuhan dunia kerja saat ini semakin mengarah pada sektor berkelanjutan. Menurutnya, penting bagi generasi muda untuk mulai memahami green jobs dan inovasi berbasis dampak.
“Saat ini dunia kerja mulai bergerak ke arah green jobs. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memiliki inovasi dan pola pikir yang relevan dengan tantangan keberlanjutan. Hal tersebut juga sejalan dengan semangat kolaborasi antara Universitas Ciputra dan Inovasi Muda dalam mendukung lahirnya inovator muda yang berdampak,” jelas dia.
Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas dalam membangun ekosistem green jobs yang berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia Green Jobs Initiative Competition menjadi salah satu rangkaian pre-event menuju Indonesia Green Jobs Summit 2026. Melalui inisiatif ini, Inovasi Muda berharap dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem green startup di Indonesia sekaligus melahirkan talenta muda yang mampu menjadi penggerak ekonomi hijau di masa depan.
Artikel Terkait
Iran Peringatkan UEA soal Kerja Sama Militer dengan AS dan Israel, Tuding Langgar Stabilitas Kawasan
Sidang Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Lima Personel BAIS TNI Bersaksi di Pengadilan Militer
Mendagri Tito Karnavian: Penghargaan Daerah Bukti Banyak Kepala Daerah Berprestasi, Jangan Digeneralisasi Buruk
Hakim Minta Ahli Kimia Diperiksa untuk Buktikan Jenis Cairan dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS