Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tak Naik per 1 April 2026, Pertamina Pastikan Pasokan Aman

- Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tak Naik per 1 April 2026, Pertamina Pastikan Pasokan Aman

Isu kenaikan BBM per 1 April 2026 yang sempat ramai beredar akhirnya mendapat penegasan langsung dari pemerintah. Kabar baiknya, harga tak akan berubah. Menanggapi hal ini, PT Pertamina (Persero) pun buka suara.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyatakan perusahaan siap menindaklanjuti arahan pemerintah. “Kami tentunya mengapresiasi dan berkomunikasi dengan pemerintah terkait harga BBM,” ujar Baron di Jakarta, Selasa kemarin.

Sebagai BUMN, menurutnya, setiap petunjuk dari pemerintah akan dijalankan, termasuk dalam operasional perusahaan. Soal pasokan, Baron memastikan Pertamina terus berupaya menyediakan energi untuk negeri dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Di sisi lain, dari internal Pertamina Patra Niaga, Sekretaris Perusahaan Roberth MV Dumatubun menegaskan komitmennya. “Apa yang disampaikan pemerintah ini menjadi arahan bagi kami untuk mengikuti demi kepentingan masyarakat,” katanya.

Roberth berharap gejolak geopolitik yang mempengaruhi pasokan energi global tidak memicu kepanikan. Dia mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan energi dan menghindari panic buying.

Pernyataan resmi pemerintah datang dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Dia menegaskan, keputusan mempertahankan harga BBM ini diambil setelah koordinasi intensif antara Kementerian ESDM dan Pertamina, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat di dalam mengambil sebuah keputusan,” tegas Prasetyo.

Pemerintah menjamin pasokan energi nasional tetap stabil. Masyarakat diminta merujuk pada informasi resmi untuk menghindari disinformasi. “Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi. Masyarakat tidak perlu panik. Ketersediaan kami jamin,” jelasnya lagi.

Respons positif juga datang dari parlemen. Wakil Ketua DPR, Suami Dasco Ahmad, mengapresiasi langkah pemerintah ini. Menurutnya, keputusan itu bisa meredam isu yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

“Kami monitor hari ini terjadi beberapa antrean di beberapa daerah,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan.

Dasco menilai keputusan ini diambil setelah pemerintah mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk DPR. Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM secukupnya. Soal stok, dia menyebut kondisi nasional saat ini aman, sehingga isu pembatasan pembelian tak perlu dikhawatirkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar