Isu kenaikan BBM per 1 April 2026 yang sempat ramai beredar akhirnya mendapat penegasan langsung dari pemerintah. Kabar baiknya, harga tak akan berubah. Menanggapi hal ini, PT Pertamina (Persero) pun buka suara.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menyatakan perusahaan siap menindaklanjuti arahan pemerintah. “Kami tentunya mengapresiasi dan berkomunikasi dengan pemerintah terkait harga BBM,” ujar Baron di Jakarta, Selasa kemarin.
Sebagai BUMN, menurutnya, setiap petunjuk dari pemerintah akan dijalankan, termasuk dalam operasional perusahaan. Soal pasokan, Baron memastikan Pertamina terus berupaya menyediakan energi untuk negeri dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Di sisi lain, dari internal Pertamina Patra Niaga, Sekretaris Perusahaan Roberth MV Dumatubun menegaskan komitmennya. “Apa yang disampaikan pemerintah ini menjadi arahan bagi kami untuk mengikuti demi kepentingan masyarakat,” katanya.
Roberth berharap gejolak geopolitik yang mempengaruhi pasokan energi global tidak memicu kepanikan. Dia mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan energi dan menghindari panic buying.
Pernyataan resmi pemerintah datang dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Dia menegaskan, keputusan mempertahankan harga BBM ini diambil setelah koordinasi intensif antara Kementerian ESDM dan Pertamina, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Proyeksi Surplus Solar dengan B50
Presiden Prabowo Berduka, Tiga Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon Selatan
Analis: Ketegangan Selat Hormuz Beri Tekanan Fiskal, Tapi Tak Fatal bagi Indonesia
Pemerintah Geser Anggaran Rp130 Triliun ke Sektor Prioritas dan Rehabilitasi Bencana