Kekhawatiran spesifiknya tentang Iran diungkapkan lewat postingan terpisah. Unggahan yang telah dilihat lebih dari 9 juta kali itu menyertakan foto kota Teheran. Safa terlihat geram.
Dia menuding banyak orang tak paham betapa gentingnya situasi. "Saya pikir orang-orang tidak memahami betapa seriusnya situasi ini karena PBB sedang bersiap untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran," tulisnya.
Lalu, merujuk pada foto ibu kota Iran itu, dia melanjutkan dengan nada pedih.
Kata-katanya keras, penuh emosi. Sebuah suara yang keluar dari dalam, sekaligus menjadi tamparan bagi banyak pihak. Pengunduran diri ini bukan sekadar pergantian posisi biasa. Ia adalah protes yang menyiratkan kegelisahan mendalam di koridor-koridor kekuasaan global.
Artikel Terkait
Indonesia Buka Investasi Karbon Swasta, Jepang Diajak Kerja Sama di Tokyo
Pertamina Pastikan Harga BBM Tak Berubah Sepanjang April 2026
KPK Perpanjang Masa Tahanan Yaqut Cholil Qoumas
Anak 5 Tahun Diserang Anjing Liar di Polewali Mandar, Satu Ekor Ditembak Warga