"Ketika dia menyebut, misalkan, 'si Amir mantan narapidana, uyuhan geus jadi wakil bupati geh' (masih mending mantan napi jadi wakil bupati juga). Nah, itu kan penghinaan pribadi," kata Amir, masih kesal.
"Makanya saya langsung bangkit dari duduk waktu itu. Mau saya sampaikan ke Bupati, jangan ngomong seperti itu."
Amir menegaskan, pernyataan Hasbi di forum halalbihalal itu sama sekali tidak berkaitan dengan urusan jabatan. Murni soal harga diri. "Saya merasa terhina saat itu. Karena di khalayak umum dia bicara hal pribadi, dan tidak ada kaitannya dengan pekerjaan. Makanya spontan saya ingin peringatkan," ucapnya.
Menurut Amir, ini bukan kali pertama. Sindiran keras semacam itu kerap ia terima. Bahkan, kepala dinas dan ASN lain pun mengalaminya. "Ini sudah kedua kalinya buat saya. Kalau di beberapa dinas, sebenarnya sering terjadi. Bahasa-bahasa yang tidak layak disampaikan dalam sebuah rapat," ungkapnya.
Terlepas dari konflik ini, Amir mengakui progres pembangunan di Lebak sebenarnya cukup bagus. Infrastruktur jalan, pengairan, hingga komposisi APBD dinilainya baik dibanding daerah setara.
Namun begitu, sikap dan tutur kata Bupati Hasbi, menurutnya, berisiko merusak semua capaian itu. "Koordinasi jadi kurang. Lalu banyak pidato yang menyakitkan. Yang bagus-bagus jadi jelek akhirnya citranya," pungkas Amir dengan nada prihatin.
Artikel Terkait
DPR Soroti Data Amburadul Hambat Penanganan Bencana dan Bansos
Zulkifli Hasan Kritik Serangan AS-Israel ke Iran dan Soroti Dampak Krisis Global
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Layanan Gratis untuk 15 Kelompok Masyarakat
Direktur Tahanan Masih Tanda Tangani Dokumen Operasional Perusahaan