Acara halalbihalal di Pendopo Bupati Lebak, Senin kemarin, ternoda oleh pernyataan yang memicu kontroversi. Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, membantah telah menyindir wakilnya, Amir Hamzah, dengan menyebut statusnya sebagai mantan narapidana. Menurut Hasbi, sama sekali bukan itu maksudnya.
"Salah tafsir," kata Hasbi kepada wartawan, Selasa (31/3/2026). Intonasi bicaranya memang begitu, klaimnya. Justru, ia ingin menonjolkan prestasi Amir.
"Pak Amir itu pernah dapat penghargaan dari Indopos.co, lho. Sebagai mantan warga binaan yang berhasil jadi wakil bupati. Itu kan sebuah prestasi," ujarnya menegaskan.
Ia mengklaim hubungan dengan wakilnya tetap baik-baik saja, tanpa ketegangan pasca kejadian itu. "Aman lah," ucap Hasbi. Lalu dengan nada khasnya ia menambahkan, "Gimana nggak aman? Tapi aman dalam perspektif apa? Kalau aman mencuri uang rakyat, ya nggak pernah aman."
Soal tudingan bahwa ia sering menyindir Amir selama ini, Hasbi membantahnya keras. "Cukup berulang, mana buktinya?" tanyanya. Ia kembali mengulang pujiannya tentang penghargaan yang diterima Amir sebagai mantan napi berprestasi.
Di sisi lain, reaksi Wakil Bupati Amir Hamzah justru berkebalikan. Ia geram, dan menilai pernyataan sang bupati itu adalah penghinaan personal yang tak bisa ditolerir.
Artikel Terkait
DPR Soroti Data Amburadul Hambat Penanganan Bencana dan Bansos
Zulkifli Hasan Kritik Serangan AS-Israel ke Iran dan Soroti Dampak Krisis Global
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Layanan Gratis untuk 15 Kelompok Masyarakat
Direktur Tahanan Masih Tanda Tangani Dokumen Operasional Perusahaan