Laporan terbaru dari Wall Street Journal mengungkapkan sikap Presiden Donald Trump terkait konflik dengan Iran. Menurut sejumlah pejabat di lingkaran dalamnya, Trump ternyata bersedia menghentikan operasi militer, meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya terbuka. Jalur strategis itu bisa dibuka nanti saja.
Intinya, Trump dan timnya merasa upaya membuka selat itu bakal makan waktu terlalu lama. Operasinya rumit, bisa memperpanjang perang melebihi batas waktu 4-6 minggu yang dia tetapkan sebelumnya. Itu sih yang beredar di kalangan sumber-sumber pemerintah, seperti dilansir The Times of Israel, Selasa kemarin.
Ada faktor lain juga. Washington menilai kepemimpinan Iran sedang kacau balau pasca pembunuhan sejumlah pemimpinnya. Hal ini, tentu saja, membuat proses pengambilan keputusan dan perundingan jadi jauh lebih sulit.
Jadi, apa rencananya sekarang?
Strategi Trump, berdasarkan laporan WSJ, lebih fokus pada penghancuran kemampuan militer Iran dulu. Sasaran utamanya adalah rudal-rudal dan angkatan laut mereka. Baru setelah itu, AS akan mencoba menekan Teheran lewat jalur diplomasi agar mau membuka kembali Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Diplomat PBB Mundur, Klaim Badan Dunia Siapkan Skenario Nuklir untuk Iran
Verifikasi Data 11 Juta Penerima Bantuan JKN Capai 98 Persen
Monas Perpanjang Jam Operasional hingga Pukul 22.00 di Akhir Pekan
Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar Turun pada 2025, Capaian Pembangunan Meningkat