SNBP 2026: Daya Tampung Terbatas, Peluang Masuk Prodi Favorit di Bawah 5%

- Selasa, 31 Maret 2026 | 18:00 WIB
SNBP 2026: Daya Tampung Terbatas, Peluang Masuk Prodi Favorit di Bawah 5%

Persaingan masuk kampus negeri lewat jalur SNBP 2026 benar-benar memanas. Bukan main, antreannya panjang. Program studi favorit dibanjiri pendaftar, sementara kursi yang tersedia sangat terbatas bikin deg-degan.

Data terbaru dari Panitia SNPMB 2026 membeberkan sepuluh prodi paling populer. Tapi, di sisi lain, angka-angka itu justru bikin miris. Daya tampungnya jauh dari memadai untuk menampung semua calon mahasiswa yang berminat.

“Prodi teknik, kesehatan, dan hukum memang selalu jadi rebutan. Tapi kalau dilihat lokasinya, mayoritas masih terkonsentrasi di kampus-kampus yang ada di Pulau Jawa,” jelas Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026.

Ia menyampaikan hal itu di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Selasa lalu.

Puncak daftarnya adalah Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Bayangkan, 2.022 orang mendaftar, tapi yang bisa masuk cuma 95. Peluangnya tipis banget.

Posisi kedua ditempati Pendidikan Dokter Universitas Indonesia. Di sini, 1.943 pendaftar berebut hanya 60 kursi. Tak kalah sengit, Kedokteran UGM diincar 1.899 peserta, namun hanya 53 orang yang akhirnya bisa lolos.

Persaingan serupa terjadi di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) ITB. Dari 1.847 pendaftar, cuma 52 yang diterima. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB juga ramai, dengan 1.621 pendaftar untuk 76 kursi.

Farmasi Universitas Padjadjaran punya angka pendaftar sama, 1.621 orang, tapi daya tampungnya cuma 50. Ilmu Keperawatan di kampus yang sama diminati 1.603 orang, dengan 58 kursi tersedia.

Lalu ada Kedokteran Universitas Airlangga: 1.546 pendaftar, 63 kursi. Sementara itu, prodi Hukum Universitas Diponegoro relatif lebih longgar. Meski pendaftarnya 1.530 orang, daya tampungnya 184.

Terakhir di posisi kesepuluh, Ilmu Hukum UI. Prodi ini diikuti 1.420 peserta dan menerima 114 mahasiswa.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar