Di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin lalu, Abdul Muhari dari Pusat Data BNPB menyampaikan harapan Presiden Prabowo Subianto terkait korban bencana. Menjelang Ramadan nanti, diharapkan warga yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar sudah bisa pindah ke hunian sementara atau huntara. Hal itu disebutkan bersamaan dengan upaya pembersihan lahan secara masif.
“Bapak Presiden menyampaikan harapan beliau bahwa nanti jelang bulan Ramadan, kita harapkan warga terdampak sudah bisa pindah ke huntara,” kata Abdul dalam konferensi pers itu.
Fokus pemerintah kini bergeser. Pada fase akhir tanggap darurat ini, menurut Abdul, ada kejar-kejaran waktu. Pembangunan huntara, bahkan hunian tetap di beberapa lokasi, sedang dipercepat sesuai arahan presiden.
“Di beberapa tempat itu hunian tetap,” ujarnya menambahkan.
Namun begitu, pemilihan lokasinya tidak bisa asal. Abdul menjelaskan ada dua pertimbangan utama: status lahan harus bersih dan jelas, serta lokasinya harus aman dari zona rawan bencana. Logikanya sederhana, bencana bisa terulang. Kalau sekarang terjadi di suatu tempat, besar kemungkinan akan terjadi lagi di masa depan.
“Karena kita tahu bencana adalah peristiwa berulang,” ucapnya.
Artikel Terkait
Athletic Club Kalahkan Real Betis 2-1, Kokoh di Papan Atas La Liga
Manchester City Kembali Juara EFL Cup Usai Taklukkan Arsenal 2-0 di Wembley
Desakan Kuat untuk Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Tahanan Rumah Gus Yaqut
Lonjakan 16% Penumpang Kereta di Jawa Tengah Saat Lebaran 2026